HOME » BERITA » TRIK MEWASPADAI BERKENDARA DI DEKAT TRUK DAN BUS

Trik Mewaspadai Berkendara di Dekat Truk dan Bus

Berkendara di dekat truk atau bus perlu diwaspadai. Tindakan antisipasi sebelum menyalip truk perlu dilakukan agar terhindar dari kecelakaan fatal.

Sabtu, 19 September 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Trik Mewaspadai Berkendara di Dekat Truk dan Bus
Ilustrasi mobil pribadi menabrak bagian belakang truk (dailynews.com)

OTOSIA.COM - Budi tidak seberuntung temannya yang lain. Dia harus mencium aspal rusak akibat terjatuh usai menyalip truk. Alhasil Budi harus menerima beberapa jahitan di lengan kirinya.

Bukan cuma itu, Ia harus menahan rasa sakit dan ngilu hingga 2 bulan lamanya di bagian pinggang akibat tulangnya terbentur aspal dan tertimpa motor.

Ceritanya, agar tidak tertinggal dengan temannya di depan saat ke luar kota Budi berusaha menyalip sebuah truk besar yang berjalan lambat. Namun nahas, setelah berhasil menyalip, Budi terkejut 20 meter di depannya terdapat jalan rusak dan berlubang. Lantaran bodi truk yang besar pandangan Budi ke depan menjadi terbatas, sehingga sulit mengantisipasi obyek di depannya.

1 dari 3 Halaman

Karena motor sudah dipacu tinggi untuk mendahului truk, Budi tidak bisa menghindar dan akhirnya terjatuh. Beruntung, truk di belakangnya berhenti dan kondisi remnya masih baik, tidak blong.

Kisah budi di atas mengilustrasikan kondisi yang kerap kali dialami pengendara. Menurut Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), ada yang harus diperhatikan dengan seksama ketika dalam situasi itu.

"Kalau ada kendaraan di depan menurunkan kecepatan, itu artinya di depan ada sesuatu, seperti jalan rusak, keramaian atau misalnya ada orang menyebrang. Ini harus diantisipasi, jangan ambil keputusan untuk mendahului," buka Sony.

 

2 dari 3 Halaman

Bukan cuma sepeda motor, mobil pun juga harus melakukan tindakan atisipasi yang serupa, terutama ketika ingin mendahului kendaraan besar di depan. Selain itu tidak disarankan memaksakan diri mendahuli truk yang beriringan.

Jika pun ingin memaksa, pastikan dulu di jalur berlawanan kosong, dan iringan truk yang ingin didahului panjang dan tidak dalam kecepatan tinggi. Beri sinyal atau tanda kepada truk di depan bahwa kita ingin mendahuli. Setelah truk memberi jalan dan memastikan di arah berlawan sepi kendaraan, mendahului-lah tanpa ragu-ragu.

"Prinsip menyalip yang aman, lakukan dengan waspada, segera dan terkontrol. Jangan memaksakan diri, dan jangan pernah berhenti atau berjalan beriringan dgn truk. Ini bahayanya besar, apalagi kondisi jalan-jalan di Indonesia tidak ideal," terangnya.

 

3 dari 3 Halaman

Dari berbagai kasus yang terjadi, seperti banyak kecelakaan akibat truk atau bus yang mengalami rem blong, sebisa mungkin tidak berada persis di depan kendaraan tersebut.

Menurut Sony menjaga jarak dengan truk di depan adalah hal yang tepat. Misalnya untuk area perkotaan, lanjut Sony, jaga jarak yang aman di belakang adalah sepanjang bodi truk atau bus.

"Di belakang jaga jaraknya satu bodi truk. Tapi kalau di depan itu tidak aman, lebih baik Anda segera menjauh," pungkasnya.

 

BERI KOMENTAR