HOME » BERITA » TRIK PEDAGANG AKSESORI AGAR JUALANNYA TETAP LAKU SAAT PANDEMI

Trik Pedagang Aksesori Agar Jualannya Tetap Laku Saat Pandemi

Pandemi corona membuat pelaku industri aftermarket makin kreatif mencari terobosan baru dalam memasarkan produk-produk mereka.

Rabu, 03 Juni 2020 17:15 Editor : Nazarudin Ray
Trik Pedagang Aksesori Agar Jualannya Tetap Laku Saat Pandemi
Industri aftermarket pasang trik baru di tengah pandemi corona (Istimewa)

OTOSIA.COM - Setali tiga uang. Bukan cuma penjualan kendaraan bermotor yang anjlok akibat pandemi corona COVID-19, industri pendukungnya seperti komponen dan aksesoris ikut mengalami kelesuan.

Kondisi ini pula berimbas pada ditundanya hingga dibatalkannya pameran otomotif atau event modifikasi yang menjadi ajang pemasaran dan pengenalan produk baru aftermarket.

Tidak mau terus terpuruk, pelaku industri aftermarket dan aksesoris kendaraan mencari terobosan baru dalam memasarkan produk-produk mereka.

1 dari 4 Halaman

Pandemi COVID-19 mau tak mau membuat para pelaku industri modifikasi dan aftermarket harus semakin kreatif untuk tetap menjalankan usahanya. Mulai dari jemput bola sampai membuat promosi penjualan khusus yang dilakukan secara daring Siasat lain yang dijalankan adalah melakukan sejumlah kegiatan online.

Beberapa kegiatan online yang diadakan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) sukses menggaet ratusan peserta dengan melibatkan beberapa perusahaan komponen aftermarket, modifikator, dan juga didukung pembekalan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin RI).

?Kami tak menyangka jika kegiatan webinar secara daring, justru menarik banyak perhatian khalayak. Perhatian khalayak pun ternyata tak berhenti begitu saja. Untuk beberapa merek aftermarket dan modifikator yang dilibatkan justru membawa berkah penjualan,? ujar Andre Mulyadi, selaku NMAA founder sekaligus Indonesia Modification Expo (IMX) Project Director.

 

2 dari 4 Halaman

Selain itu Menurut Andre di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hampir semua pelaku industri modifikasi sudah mengubah cara berjualan mereka melalui online platform dan market place.

Hal ini terbukti dari meningkatnya nilai transaksi penjualan kategori otomotif di situs marketplace yang sejak 2019 lalu sampai saat ini mencapai 22 kali lipat.
Misalnya Yoong Motor Group sudah beberapa bulan ini menggalakkan penjualan secara online.

?Konsep penjualan online yang kami lakukan juga dibarengi dengan program promo. Misalnya untuk setiap pembelian headlamp kami beri gratis fog lamp,? ujar Yomin Sugianto, punggawa Yoong Motor Group, seraya menyebut jika strategi tersebut tak membuat penurunan penjualan tak terlampau signifikan.

 

3 dari 4 Halaman

Sementara itu, V-Kool Indonesia memperkuat penetrasi penjualannya dengan sistem jemput bola.

?Penjualan kita bergantung pada penjualan otomotif. Secara internal kita lakukan perbaikan ke dalam. Sales giat service dan jemput bola tidak bisa santai. Kita  jemput bola kami bisa pasang ditempat dengan tetap patuhi protokol kesehatan,? ujar Lianto Winata, Business Development Director PT V-Kool Indo Lestari.

Hal senada juga dilakukan workshop spesialis interior Vertue Concept. ?Untuk penggantian interior mobil, konsumen tidak perlu keluar rumah. Dengan perjanjian, tim kami yang akan membongkar pasang interior mobil di lokasi konsumen dan mengerjakannya di workshop.

 

4 dari 4 Halaman

Lalu Vertue Concept menambah layanan baru saat pandemi corona. "Selain itu saat ini kami juga melayani fogging interior mobil di rumah konsumen, yang bisa menjaga interior mobil tetap bersih dan sehat,? bilang Edy, pendiri Vertue Concept.

Cara yang sama ditempuh Pioneer. Pioneer Indonesia tetap mengikuti anjuran Pemerintah, namun tetap memacu penjualan produknya secara online dan melalui market place seperti

?Belum lama ini kami juga merilis produk baru secara online agar konsumen memiliki pilihan produk yang lebih beragam. Produk barunya merupakan Pioneer Smart Unit Receiver yang berbasis Android, dengan layar 8 inci yang bisa dilepas dan digunakan sehari-hari selayaknya tablet,? jelas Adi Wijaya selaku Brand Manager Pioneer Indonesia.

BERI KOMENTAR