HOME » BERITA » TRUK KELEBIHAN MUATAN DILARANG MELINTASI TOL PRIOK-BANDUNG MULAI PEKAN DEPAN

Truk Kelebihan Muatan DIlarang Melintasi Tol Priok-Bandung Mulai Pekan Depan

Pihak berwenang semakin tegas menindak truk kelebihan muatan atau truk ODOL. Truk obesitas itu akan dilarang melintasi tol Priok hingga Bandung.

Sabtu, 07 Maret 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Truk Kelebihan Muatan DIlarang Melintasi Tol Priok-Bandung Mulai Pekan Depan
Truk ODOL (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Truk Over Dimension Over Load (ODOL) dilarang melintas di tol Tanjung Priok hingga Bandung. Penindakan tegas atas pelanggaran tersebut akan mulai diberlakukan pada 9 Maret 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menerangkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat yang melibatkan berbagai pihak.

"Berdasarkan hasil rapat, rencananya hari Senin (9/3/2020) mendatang dari Kemenhub, Kementerian PUPR, Kementerian Perindustrian, Kepolisian, Pusat Polisi Militer TNI, PT Jasa Marga, PT Hutama Karya, dan PT Citra Marga Nusaphala Persada akan mulai melakukan pengawasan dan melarang kendaraan truk ODOL untuk tidak melintasi Tol Tanjung Priok sampai ke Bandung," terang Budi, Jumat (6/3/2020).

1 dari 1 Halaman

Budi menambahkan, akan ada 26 lokasi prioritas yang akan dilakukan pengawasan untuk penanganan truk obesitas dengan menempatkan petugas dadn alat timbang pada 13 lokasi. Lokasi tersebut yakni Tanjung Priok (Plumpang), Koja (Arah JORR), Semper, Cakung, Rorotan, Cibitung, Cikarang Barat, Karawang Barat. Karawang Timur, Cikopo/Cikampek, Padalarang, Cileunyi dan Kebun Bawang (Arah Bandara).

"Nantinya, dari hasil temuan pengawasan tersebut apabila masih ditemukan pelanggar ODOL maka akan kami tindak tegas dalam bentuk penilangan. Untuk beberapa lokasi kendaraan akan diminta putar balik serta sebagian akan dikeluarkan di pintu tol terdekat," lanjutnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya Indonesia Zero ODOL pada 2023. Selain itu, langkah ini juga demi keselamatan berkendara sehingga bisa mengurangi dampak yang timbul diakibatkan kendaraan kelebihan muatan.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR