HOME » BERITA » TUKAR PASANG BUSI MOTOR INJEKSI DAN KARBURATOR, AMANKAH?

Tukar Pasang Busi Motor Injeksi dan Karburator, Amankah?

ternyata meski sama-sama berhubungan langsung dengan pengapian, busi untuk sepeda motor bermesin injeksi dan karbrurator berbeda

Senin, 13 Januari 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tukar Pasang Busi Motor Injeksi dan Karburator, Amankah?
Busi sepeda motor (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Busi merupakan komponen vital kendaraan dan salah satu bagian terpenting dari pengapian. Fungsinya sendiri sebagai pemantik api pada ruang bakar kendaraan. Perlu diketahui juga mesin tidak akan berjalan tanpa produksi percikan api yang baik.

Saat ini banyak varian dan merek busi untuk sepeda motor, sehingga bagi orang awam akan sulit membedakan mana busi yang cocok untuk sepeda motornya sesuai rekomendasi pabrikan.

1 dari 3 Halaman

Nah, ternyata meski sama-sama berhubungan langsung dengan pengapian, busi untuk sepeda motor bermesin injeksi dan karbrurator berbeda. Hanya satu yang bisa disubtitusi, yakni dari busi injeksi ke mesin karburator. Tapi tidak sebaliknya.

?Kalau busi untuk motor injeksi dipasang di motor yang masih pakai karburator itu sebenarnya tidak ada masalah,? buka Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesi,

Namun sebaliknya, busi untuk motor karburator tidak bisa asal main pasang. Efeknya dapat menggangu ECU maupun sensor lain, bahkan mesin bisa brebet dan mati. ?Bila busi karburator dipasang di motor injeksi itu dapat mengganggu ECU,? terangnya.

2 dari 3 Halaman

Menurut Diko, busi mesin injeksi dan karburator secara dasar sudah dibedakan oleh produsen busi. Perbedaan tersebut terletak pada resistornya.

?Komposisi tidak ada yang mencolok. Perbedaannya cuma ada di busi standar saja. Sedangkan yang lainnya sudah pakai resistor. Kalau cara mengetahuinya ada di part number, kalau yang ada ?R? berarti tipe resistor. Contohnya C6HSA non resistor dan CR6HSA tipe resistor. Jadi jika mesinnya injeksi wajib pakai busi resistor. Tapi jika motornya karburator tidak perlu resistor,? imbuhnya.

3 dari 3 Halaman

Sementara itu dalam memasang busi yang perlu diingat adalah jangan menyamakannya dengan baut pada kendaraan, seperti baut roda. Artinya mengencangkan busi tidak perlu pakai otot karena kekencangannya dengan baut berbeda.

Jika baut tersebut punya torsi, maka akan tanda bunyi tak-tok jika sudah cukup. Namun untuk busi sendiri, ukuran kekencangannya bahkan berbeda antara busi yang baru dan yang sudah dibuka untuk dicek atau dibersihkan.

Perbedaan antara busi baru dengan busi yang sudah pernah dibuka dan dipasang lagi itu berbeda. Enggak perlu kita ngotot sampai itu benar-benar berhenti. Cukup setengah putaran, kemudian ditambahkan sepertiga putaran lagi.

BERI KOMENTAR