HOME » BERITA » TURBOCHARGER DAN SUPERCHARGER, APA BEDANYA?

Turbocharger dan Supercharger, Apa Bedanya?

Penggunaan supercharger dan turbocharger pada kendaraan berfungsi untuk membuat kendaraan menjadi lebih bertenaga.

Selasa, 06 Maret 2018 11:25 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi Turbocharger dan Supercharger (Foto: google.com)

OTOSIA.COM - Penggunaan supercharger dan turbocharger pada kendaraan berfungsi untuk membuat kendaraan menjadi lebih bertenaga. Keduanya mengompresi aliran udara ke dalam mesin dan mampu memberi dorongan 50 persen lebih besar.

Meskipun memiliki fungsi dan manfaat yang sama, kedua piranti tersebut memiliki beberapa perbedaan yang sangat berpengaruh pada performa mesin. Yang paling mendasar ialah power supply atau sumber tenaga.

Supercharger mendapatkan aliran tenaga dari crankshaft mesin. Hal ini disebabkan dengan strukturnya yang mengharuskan perangkat ini langsung terhubung dengan mesin melalui sebuah belt.

Supercharger

Udara akan terkompresi sebelum akhirnya disalurkan ke mesin dan menciptakan tenaga 46 persen lebih besar. Dengan peningkatan asupan udara, penggunaan bahan bakar dalam proses pembakaran juga lebih banyak.

Sama halnya dengan supercharger, turbocharger juga berfungsi membuat dorongan dan tenaga lebih besar. Turbo menjadikan gas buang sebagai sumber tenaga penggerak kompresor melalui sebuah turbin.

Turbocharger

Secara logika, penggunaan perangkat ini jauh lebih efisien karena menggunakan energi yang tak terpakai semabai sumber tenaga. Sayangnya, 'boost-effect' yang dihasilkan cenderung lebih kecil dan terdapat jeda waktu antara membuka gas dengan akselerasi yang muncul atau kerap disebut sebagai turbo lag.

Karena terhubung dengan mesin, supercharger hanya bisa berputar hingga 50.000rpm sementara turbocharger yang berdiri sendiri mencapai 250.000rpm. selain itu, asap juga akan keluar ketika supercharger bekerja karena tidak dilengkapi dengan wastegaste.

Dengan berbagai kemampuan tersebut, biasanya modifikator atau pabrikan memasangkan sesuai dengan kebutuhan. Bisa dibilang, supercharger unggul di putaran bawah, sedangkan turbocharger untuk lintasan atau jalur panjang.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR