HOME » BERITA » TURUN SAMPAI RP9,5 JUTA, BERIKUT DAFTAR HARGA SUZUKI XL7 SETELAH PPNBM NOL PERSEN

Turun Sampai Rp9,5 juta, Berikut Daftar Harga Suzuki XL7 Setelah PPnBM Nol Persen

PT Suzuki Indomobil Sales resmi mengumumkan harga baru SUV XL7 setelah PPnBM nol persen. Penurunan harga bervariasi diberlakukan mulai Maret ini.

Senin, 01 Maret 2021 13:45 Editor : Nazarudin Ray
Turun Sampai Rp9,5 juta, Berikut Daftar Harga Suzuki XL7 Setelah PPnBM Nol Persen
Suzuki XL7 turun harga sampai Rp 9,5 juta (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Berdasarkan Kepmenperin 169/2021 terdapat 21 kendaraan yang mendapat relaksasi PPnBM nol persen. Dari 7 merek yang disebutkan Kemenperin, terdapat brand Suzuki.

Ada 3 model Suzuki yang mendapatkan relaksasi pajak, yakni All New Ertiga, All New Ertiga Sport dan SUV XL7.

Khusus Suzuki XL7, penurunan harga setelah PPnBM nol persen bervariasi. Paling besar penurunan mencapai Rp 9,5 juta, dan terendah adalah Rp 7,5 juta.

Berikut adalah harga baru XL7 per Maret 2021 setelah terkena PPnBM nol persen:

1 dari 2 Halaman

Suzuki XL7 Zeta MT dijual Rp Rp 224,5 juta dari sebelumnya Rp 232 juta (turun Rp 7,5 juta), Suzuki XL7 Zeta A/T kini Rp 234 juta dari sebelumnya Rp 242,5 juta (turun Rp 8,5 juta), dan jika sebelumnya harga Suzuki XL7 Beta MT Rp 248,5 juta, kini dijual Rp 240 juta (turun Rp 8,5 juta).

Lalu Suzuki XL7 Beta A/T sekarang dijual Rp 249,5 juta dari sebelumnya Rp 259 juta (turun Rp 9,5 juta), Suzuki XL7 Alpha M/T kini Rp 250 juta dari sebelumnya Rp 258,5 juta (turun Rp 8,5 juta), dan Suzuki XL7 Alpha A/T sekarang dibanderol 259,5 juta, sementara harga lama adalah Rp 269 juta (turun Rp 9,5 juta).

2 dari 2 Halaman

Dengan turunnya harga beberapa tipe dan merek, Kementerian optimistis stimulus tersebut akan menurunkan harga kendaraan bermotor produksi dalam negeri sehingga lebih terjangkau di masyarakat, meningkatkan daya saing terhadap kendaraan impor, serta dapat meningkatkan kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi di atas 1 juta unit pada tahun 2021 atau sama dengan kinerja produksi tahun 2019.

BERI KOMENTAR