HOME » BERITA » UJI EFISIENSI MOBIL LISTRIK BPPT, BEGINI HASILNYA

Uji Efisiensi Mobil Listrik BPPT, Begini Hasilnya

Fasilitas Stasiun Pengisian Listrik (EVCS) kini sudah tersedia di Indonesia, tepatnya di Tangerang Selatan. Fasilitas ini diluncurkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Senin, 10 Desember 2018 20:00 Editor : Dini Arining Tyas
Mitsubishi MiEV (OTO.com)

OTOSIA.COM - Fasilitas Stasiun Pengisian Listrik (EVCS) kini sudah tersedia di Indonesia, tepatnya di Tangerang Selatan. Fasilitas ini diluncurkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

EVCS itu terdiri dari pengisian cepat 50 kW di BPPT jakarta, dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan.

Mobil listrik yang diuji coba di tempat itu ternyata hanya perlu daya 5 kW atau sekitar Rp 10 ribu, untuk menempuh jarak dari kantor BPPT Jakarta, menuju B2TKE BPPT.

"Menempuh jarak 39 kilometer, Mitsubishi i-MiEV hanya mengkonsumsi g kWh atau setara dengan Rp 7.250. Sementara untuk kendaraan macam Tesla bisa menghabiskan kisaran Rp 17 ribu," ujar Mohammad Mustafa Sarinato, Kepala Balai Besar Tenologi Konversi Energi (B2TKE) dalam siaran resmi, seperti dilansir dari OTO.com.

Berbagai jenis kendaraan listrik yang mengikuti rangkaian perjalanan, sebelumnya diisi daya listrik pada fasilitas EVCS yang diresmikan di Kantor BPPT Thamrin Jakarta. Tak hanya mobil penumpang, busa listrik juga dites tingkat efisiensinya.

Dengan menempuh jarak yang sama (39 km) bus listrik besutan PT Mobil Anak Bangsa mengkonsumsi energi sebesar 33,15 kWh. Besarannya setara dengan 48 ribu rupiah. Dengan catatan, biaya yang dibutuhkan untuk membeli 1 kWh adalah Rp 1.450 (tarif dasar listrik).

Menurut BPPT, langkah ini bagian dari percepatan mobil listrik nasional. Dengan adanya EVCS BPPT, diharapkan dapat menginisiasi tumbuh dan berkembangnya stasiun pengisian listrik di Indonesia. Target besar yang ingin dicapai, mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan mobil berbahan bakar minyak ke mobil listrik.

Namun, masih ada tantangan yang harus disempurnakan. Ganesha Tri Chandrasa, Insinyur Kepada Tim Kendaraan Listrik BPPT, menganggap durasi atau lamanya waktu pengisian baterai menjadi salah satu kendala

Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga penuh, membutuhkan waktu empat sampai lima jam. Kelak konsumen mobil listrik harus beradaptasi.

Misal pemakai mobil bensin hanya memerlukan waktu beberapa menit sampai BBM terisi penuh. Kepraktisan masih harus dipikirkan lagi. Meski demikian, fast charging station BPPT diklaim mampu melakuka pengisian baterai mobil listrik penumpang kurang dari satu jam.

"Kendaraan dengan soket pengisan daya tipe CCS, Chademoo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT. Bila diisi di fast charging station Thamrin yang mempunyai kapasitas 50 kV, Tesla model X membutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi baterai 75 kWh. Level baterai itu dapat dipakaiuntuk menempuh jarak sampai 380 km. Sementara Mitsubishi i-MiEV dengan kapasitas baterai 16 kWh hanya perlu sekitar 20 menit untuk pangisian," imbuhnya.

Sumber: OTO.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR