HOME » BERITA » VALENTINO ROSSI: YAMAHA HARUS BELAJAR BANYAK DARI SUZUKI

Valentino Rossi: Yamaha Harus Belajar Banyak dari Suzuki

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Ungkapan itu tampak menggambarkan kondisi Yamaha pada MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2020).

Senin, 09 November 2020 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Valentino Rossi: Yamaha Harus Belajar Banyak dari Suzuki
Valentino Rossi (Yamaha MotoGP)

OTOSIA.COM - Yamaha tampak semakin tak berdaya saat MotoGP Eropa. Selain menapatkan sanksi pengurangn poin, beberapa kru termasuk Direktur Tim Massimo Meregalli bahkan harus menjalani karantina dan tak hadir di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (8/11/2020) akibat salah satu kru Maverick Vinales yang dinyatakan positif COVID-19.

Kesialan Yamaha tak berhenti di situ, pembalap Monster Yamaha MotoGP, Maverick Vinales harus start dari pit. Sedangkan rekan satu timnya, Valentino Rossi yang baru sembuh dari COVID-19 mengalami masalah teknis dengan sepeda motor Yamaha M1 di tengah-tengah balapan berlangsun.

Sedangkan pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo mengalami kecelakaan yang membuatnya semakin tertinggal jauh dari pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir di klasemen MotoGP 2020 untuk perebutan Juara Dunia.

1 dari 2 Halaman

Ingin Tertawa

Valentino Rossi: Yamaha Harus Belajar Banyak dari SuzukiIngin Tertawa

Valentino Rossi kemudian menjelaskan apa yang dia alami saat sepeda motornya mogok. Menurutnya, saat dia mulai memutar tuas gas setelah tikungan 4, M1 miliknya tak mau melaju.

"Saya bahkan tidak marah, saya malah ingin tertawa. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya punya masalah yang tidak pernah terjadi selama 12 tahun. Tapi mesinnya tidak rusak," ungkap Rossi, dikutip dari GPOne.

Soal masalah ini, Rossi menyebut bahwa itu bisa menjadi bencana untuk semua rider Yamaha. Rossi lantas mengungkapkan bahwa Yamaha harus belajar dari Suzuki.

2 dari 2 Halaman

"Saya pikir, kami harus belajar banyak dari Suzuki. Mengingat kami menggunakan mesin 4-inline yang disebut tua, tapi mereka membuktikan bahwa itu bukan masalahnya," paparnya.

Rossi menilai bahwa balap MotoGP sudah banyak berubah selama lima hingga enam tahun belakangan. Tapi Yamaha dianggap tak beranjak ke mana-mana.

"MotoGP sudah berubah banyak pada 5 atau 6 tahun belakangan, pada beberapa cara itu mirip dengan Formula 1, tapi Yamaha tidak mengambil langkah maju. Teknisi yang berurusan dengan mesin di Yamaha harus memahami ini, pesaing kami tidak lagi soal teknis tapi juga dari pandangan teknisi," kata Rossi.

BERI KOMENTAR