HOME » BERITA » VIRAL BOCAH PENGGUNA BEAT BIKIN RESAH LAMPUNG

Viral Bocah Pengguna BeAT Bikin Resah Lampung

Dalam video itu terlihat aksi bocah berusia sekitar 13-14 tahun sedang menaiki Hinda BeAT tanpa nomor polisi.

Jum'at, 08 Desember 2017 17:45 Editor : Arry
Aksi Bocah yang Diduga Begal (Instagram)

OTOSIA.COM - Viral sebuah video dua bocah pengguna Honda BeAT yang diduga begal. Kelakuan mereka pun meresahkan warga di Lampung Timur.

Video ini pertama kali diunggah akun Instagram bg_lpgkece. Dalam video itu terlihat aksi bocah berusia sekitar 13-14 tahun sedang menaiki Hinda BeAT tanpa nomor polisi.

"Jadi ceritanya Hari ini sekitar pukul 10:30 saya dan rekan rekan saya yang lain melintasi jembatan TegiNeneng , kami ingin menghadiri acara Festival Way Kambas , di Lampung Timur," tulis @bg_lpgkece.

"Sesampai di jembatan TegiNeneng kami di ikuti oleh 2 anak kecil sekitaran umur 12-14 tahun mereka membawa motor beat berwarna Hijau putih tanpa Nomor polisi.

Tidak hanya di ikuti kami pun di ancam lalu ditimpuk batu dan botol air minum oleh anak tersebut dan dia meminta sejumlah uang kepada kami, posisi masih di atas kendaraan .

Kami di ikuti oleh mereka lumayan jauh sampai di daerah Trimurjo sebelum kota metro , akhirnya mereka pergi karena ada pengendara mobil yang mengejar mereka .

Bagi kalian yang ingin melintasi daerah tersebut agar berhati hati dan jangan berhenti jika ada orang yang mengikuti seperti yang kami alami," tutup @bg_lpgkece.


Aksi bocah diduga begal itu pun akhirnya harus berakhir. Seperti diunggah akun Instagram @seputar_lampung, Polsek Tegineneng langsung memanggil bocah-bocah tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para bocah itu mengaku bukan mau memeras. "Saat kedua anak tersebut mengendarai motor kebut-kebutan dan hampir bersenggolan, mereka lantas ditegur oleh pengendara motor lain. Namun, mereka tidak terima karena pihak pengendara lain merekam kejadian tersebut, sehingga mereka adu mulut dan saling tunjuk sampai jalan lintas Metro dekat Tol Kecamatan Tegineneng. Akhirnya terkesan seperti sedang memalak," tulis akun @seputar_lampung.

"Langkah yang sudah diambil adalah: kedua anak tersebut/ orangtua/ walinya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya atau hal serupa yang melanggar hukum, Sabtu (18/11/2017)."

(kpl/ary)

BERI KOMENTAR