HOME » BERITA » VIRAL KASUS MITSUBISHI XPANDER, BENARKAH MOBIL PENGGERAK RODA DEPAN LOYO SAAT MENANJAK?

Viral Kasus Mitsubishi Xpander, Benarkah Mobil Penggerak Roda Depan Loyo Saat Menanjak?

Beredar video viral di mana sebuah Mitsubishi Xpander tidak kuat menanjak, bahkan sampai burnout. Salah tipe penggerak rodanya?

Rabu, 08 September 2021 12:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Viral Kasus Mitsubishi Xpander, Benarkah Mobil Penggerak Roda Depan Loyo Saat Menanjak?
Ilustrasi Mitsubishi Xpander Cross melewati jalan berbukit (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pembahasan mana lebih kuat menanjak antara mobil berpenggerak roda depan dan belakang seolah tidak pernah ada ujungnya. Penggerak roda depan tidak ideal saat melahap jalan yang meninggi menjadi pendapat yang sering diperdebatkan.

Salah satu yang kini viral adalah unggahan video di Instagram oleh akun @indocarstuff yang mengutip sebuah tayangan di YouTube. Dalam video tersebut nampak Mitsubishi Xpander berwarna hitam kesulitan melewati tanjakan di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Xpander hitam tersebut berhasil melewatinya di mana sebelumnya ban depan terlihat selip dan berasap atau burnout saat berupaya naik.

Benarkah mobil front wheel drive (FWD) loyo saat dihadapkan pada jalanan menanjak?

1 dari 5 Halaman

Tipe penggerak roda tidak berpengaruh

Jusri Pulubuhu, Founder and Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menjelaskan bahwa tipe penggerak roda mobil tidak berpengaruh kepada kemampuan suatu mobil saat menanjak.

"Mana yang lebih menguntungkan, penggerak roda depan atau penggerak roda belakang, saat menyikapi tanjakan-tenjakan seperti itu? Tidak signifikan, sama saja," ujarnya saat dihubungi Otosia,com, Selasa (7/9/2021).

2 dari 5 Halaman

Menurutnya beberapa faktor yang menyebabkan mobil tidak kuat menanjak. Di antaranya adalah kemampuan pengemudi, kondisi kendaraan, lingkungan, dan cuaca.  Jika seluruh faktor tersebut terpenuhi maka seperti Mitsubishi Xpander akan dengan mudah melewati jalur Sitinjau Lauik yang naik tanpa masalah.

"Kalau keempat faktor ini ideal, dengan konteks orangnya mempunyai kemampuan mengemudi, kondisi kendaraannya bagus atau normal, lingkungan seperti di Sitinjau Lauik dan cuaca yang terlihat di video, maka kendaraan tersebut dengan mudah melewatinya," terangnya.

3 dari 5 Halaman

Sopir panik

Mitsubishi Xpander mencoba menanjak (YouTube/Sitinjau Lauik Truck Video)

Namun menurut Justri kendaraan apapun bisa selip saat melewati jalur ekstrem Sitinjau Lauik. Hal ini terjadi karena kelalaian pengemudi. Dalam kasus video Mitsubishi Xpander tersebut Jusri menilai faktor pengemudi menjadi titik lemah dibandingkan kendaraan yang digunakan.

"Terjadinya selip menandakan kepanikan dan kurang berpengalamannya si pengemudi," ujarnya.

4 dari 5 Halaman

Jusri menambahkan Mitsubishi Xpander sudah dilengkapi sistem Hill Start Assisst (HSA), sebuah perangkat keselamatan elektronik yang membantu menahan mobil saat menanjak. Karena kepanikan pengemudi itu, HSA tidak bisa bekerja dengan optimal dan membuat mobil selip.

"Xpander punya Hill Assist kan? Nah, kenapa mobil itu tetap selip? Karena dia panik, jadi hill assist-nya harusnya membantu, dia justru injak gas. Sehingga roda depannya burnout sampai berasap. Kalau yang (kejadian) kemarin itu adalah kesalahan si pengemudi. Dia mungkin tidak berpengalaman dan panik," jelasnya.

5 dari 5 Halaman

Perbedaan baru terasa di tanjakan offroad

Untuk perbedaan penggerak roda, baru terasa pada saat melintasi jalanan yang kurang ideal. Artinya apabila mobil tersebut dibawa melewati tanjakan off road, di situlah penggerak roda belakang lebih unggul.

"Kalau kendaraan front wheel drive dan rear wheel drive dipakai untuk medan yang tidak ideal, seperti tanjakan-tanjakan seperti (Sitinjau Lauik) tetapi permukaannya offroad dengan batu-batu lepas dan gravel, maka memang penggerak roda belakang lebih ideal," tutupnya. 

BERI KOMENTAR