HOME » BERITA » VIRAL PEMOTOR TANPA HELM NEKAT LEWAT TOL JAKARTA-SERPONG, DIJEMPUT POLISI

Viral Pemotor Tanpa Helm Nekat Lewat Tol Jakarta-Serpong, Dijemput Polisi

Sepeda motor yang tersesat melintas di jalan tol kembali terjadi, kali ini di jalan tol Jakarta-Serpong.

Kamis, 04 Juni 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Viral Pemotor Tanpa Helm Nekat Lewat Tol Jakarta-Serpong, Dijemput Polisi
Pemotor masuk tol (Instagram/jakarta.terkini)

OTOSIA.COM - Pengguna sepeda motor yang sengaja atau tidak sengaja melintas di jalan tol bukan hal yang baru di Indonesia. Beberapa kali memang diketahui para pemotor itu tersesat karena mengikuti navigasi maps.

Belum lama ini kembali viral potret pemotor yang melintas di jalan tol. Aksi pemotor yang salah menggunakan jalan itu diunggah akun Instagram @jakarta.terkini.

Dalam video 43 detik itu terlihat seorang pengendara Yamaha Bysin B 3097 NUO melintas di Tol Jakarta-Serpong, pada Senin (1/6/2020) sore.

1 dari 3 Halaman

Viral Pemotor Tanpa Helm Nekat Lewat Tol Jakarta-Serpong, Dijemput Polisi

Dilansir dari Merdeka.com, pria yang mengendarai motor itu tampak terlihat tidak menggunakan helm, hanya menggunakan kopiah hitam, sarung berwarna ungu, masker. Serta hanya menggunakan sendal jepit tanpa memakai jaket atau menggunakan kaos.

Seorang perempuan yang merekam kejadian tersebut sempat memperingati pengendara motor yang belum diketahui identitasnya tersebut. Namun, pengendara tetap melaju kendaraan yang pada akhirnya diberhentikan dua orang polisi dengan menggunakan motor gede (dinas).

Mengenai hal itu, Kasubdit Wal dan PJR Korlantas Polri Kombes Romin Thayeb mengatakan, kebanyakan para pengendara tak mengetahui jika adanya rambu-rambu lalu lintas yang memberitahu kalau jalan itu merupakan tol.

"Informasinya lagi dicari sama Kainduk. Tetapi memang biasanya memang seperti itu. Karena orang, dari Tomang itu masuk dari arteri itu belok ternyata langsung masuk tol. Karena enggak lihat rambu-rambu, biasa ada yang mundur dan yang dikeluarin di Kebon Jeruk. Karena banyak orang enggak biasa pendatang orang baru, dia belok itu disangkanya itu jalan arteri," kata Romin saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2020).

2 dari 3 Halaman

Menurutnya, kebanyakan orang terutama pengendara roda dua hanya mengikuti kendaraan yang ada di depannya seperti mobil yang diperbolehkan untuk melewati jalan tol.

"Itu kan perempatan, sebelum TA (Taman Anggrek). Karena orang sangka, orang belok kiri-belok kanan bisa, dia ikut belok enggak lihat rambu-rambu, konsentrasinya mungkin lagi ke jalan jadi enggak lihat rambu," ujarnya.

"Biasanya sih kalau sudah begitu ada yang berhenti, ada yang mundur, ada yang kebablasan itu," tutupnya.

3 dari 3 Halaman

BERI KOMENTAR