HOME » BERITA » VIRAL VIDEO ANTREAN AMBULANS JEMPUT PASIEN COVID-19 DI PESANTREN

Viral Video Antrean Ambulans Jemput Pasien COVID-19 di Pesantren

Klaster pesantren muncul di Tasikmalaya. Pada sebuah video yang viral baru-baru ini juga menunjukkan belasan ambulans yang mengantre di pelataran pesantren untuk menjemput pasien COVID-19.

Selasa, 16 Februari 2021 17:45 Editor : Dini Arining Tyas
Viral Video Antrean Ambulans Jemput Pasien COVID-19 di Pesantren
Antrean ambulans di pesantren (Instagram/lambe_turah)

OTOSIA.COM - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan antrean ambulans di sebuah pelataran pesantren. Pada video yang dibagikan akun Instagram @lambe_turah pada 16 Februari 2021 itu juga terlihat barisan para santriwati yang membawa perlengkapan pribadi.

Antrean ambulans itu diketahui hendak mengangkut pasien positif COVID-19. Para pasien akan diantarkan ke lokasi isolasi mandiri.

(c) Instagram/lambe_turah

Menurut informasi yang beredar, pesantren dalam video tersebut berada di Benda, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat. Disebutkan ada ratusan santri dan puluhan tenaga pengajar yang terpapar COVID-19.

"Hasil yang terpapar 375 orang, diantaranya 50 pengajar, 154 santri putra 171 santri putri," begitu tertulis pada keterangan video.

1 dari 3 Halaman

2 dari 3 Halaman

Sebelumnya

Sebelumnya, klaster pesantren juga muncuk di Kota Tasikmalaya, Kecamatan Cipedes. Tiga orang santri terkonfirmasi positif COVID-19.

Dilansir dari Merdeka.com, ketiga santri itu diketahui melakukan kontak dengna santri lainnya dan juga para guru sehingga ditotalkan sekitar 1.000 orang.

"Kita ada klaster baru. klaster keagamaan (pesantren)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Rabu (10/2/2021).

Saat itu, menurut Uus pihaknya sudah melakukan tes swab kepada para santri dan pengajar yang melakukan kontak erat. Lingkungan pesantren juga langsung diterapkan karantina mikro dan tidak boleh ada yang keluar masuk pesantren.

3 dari 3 Halaman

Kasus tersebut ditemukan setelah ada santri yang mengalami gejala hilang indra penciuman. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra menjelaskan bahwa saat itu mereka langsung diuji cepat antigen dan didapati hasil positif COVID-19.

"Kemudian dilakukan uji usap PCR kepada santri tersebut dan 15 santri lainnya yang kontak erat. Hasilnya, terdapat tiga orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tiga orang, semuanya santri, terkonfirmasi PCR positif," ungkap Asep.

BERI KOMENTAR