HOME » BERITA » VIRAL VIDEO POLISI RAZIA KNALPOT BISING, DIHANCURKAN DI TEMPAT PAKAI PALU

Viral Video Polisi Razia Knalpot Bising, Dihancurkan di Tempat Pakai Palu

Video penindakan knalpot bising oleh polisi beredar di media sosial. Dalam video itu, knalpot bising yang dipakai para pengendara motor dihancurkan di tempat.

Senin, 04 Januari 2021 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Viral Video Polisi Razia Knalpot Bising, Dihancurkan di Tempat Pakai Palu
Razia knalpot (Instagram/agoez_bandz4)

OTOSIA.COM - Viral sebuah video yang menunjukkan polisi sedang merazia para pengguna sepeda motor dengan knalpot bersuara bising. Dalam video itu tampak pula warga sipil yang dilibatkan dalam razia.

Salah satu video itu diunggah oleh akun Instagram @agoez_bandz4. Lewat video tersebut diketahui bahwa beberapa pengendara sepeda motor diberhentikan karena suara knalpot mereka yang bising.

Terlihat seseorang memukul knalpot menggunakan palu hingga penyok. Meskipun banyak anggota kepolisian yang terlihat dalam video tersebut, seseorang yang memukul knalpot tampak tak memakai seragam dinas.

"Sunmori check part 3.." tulis akun tersebut.

1 dari 4 Halaman

Pro dan Kontra

(c) Instagram/agoez_bandz4

Video itu pun memancing reaksi beragam dari netizen. Ada yang mendukung tindakan dalam video tersebut, tapi ada pula yang merasa bahwa polisi tidak perlu terlalu berlebihan memberikan tindakan kepada pengguna knalpot bersuara bising.

"Meresahkan warga sekitar mulu kerjaannya ????????, giliran nongkrong kaga beli dagangannya. modal ga sih sunmorian? canda modal wkwkw," komentar @chandranafthalio

"COCOK HARUSNYA DI SEMUA DAERAH BEGINI , LANGSUNG ANCURIN DI TEMPAT ???? ASIKK," komentar @blarrr_blarrr

"Kenapa.harus dirusak? Kan mereka beli pake duit boss bukan pake daun,kita juga gatau perjuangan dia buat beli barang itu kaya gimana,asal maen ancurin aja,trus ada juga moge yg knalpot nya di ancurin. Knapot yg bahkan harga nya 3 juta up di ancurin,semudah itu kah?" komentar @albihabibi

"Ga ngehargain banget belinya pake uang boss," komentar @rahmatdiwan_

2 dari 4 Halaman

(c) Instagram/agoez_bandz4

Selain itu, netizen juga menyayangkan mengapa sampai ada warga yang terlibat dalam penindakan tersebut. "Kenapa masyarakat biasa di libatkan sih,kan ada polisi,apalagi masyarakat ikutan ambil tindakan..sama² tidak menghargai jadinya..bagaimana kalo seandainya pemilik kendaraan tdk terima,dan suatu saat balas dendam misalnya ke warga situ..." komentar @aher_embro_cloth

"Warganya terlalu arogan ngelebihin pengendara, klo emng meresahkan itu knp ga oknum oknum yg ngelakuin geber², cornering², wheelie² aja yg kyk di gituin? Org ga salah apa apa malah jadi sasarannya klo emng karna knalpot racing, mau brp ratusan ribu pengguna motor yg di giniin? Dan ayolah sedia in alat ukur desibel knalpot, masa nilang ga make alat ukur desibel tpi alat ukur kebisingan telinga ???? padahal udh di tentuin loh desibel desibelnya...." komentar @oreo.hedon

3 dari 4 Halaman

Aturan Ambang Batas Kebisingan

Terlepas dari video yang menuai pro kontra tersebut, penggunaan knalpot bising menyalahi aturan. Polisi berpegangan pada UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan (LLAJ).

Dalam Undang-Undang tersebut tercantum tentang penggunaan komponen sepeda motor yang harus laik jalan, termasuk knalpot beserta dengan besaran sanksinya. Aturan tersebut ada pada Pasal 285 Ayat 1 yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). 

Sedangkan berapa ambang batas aman suara yang dihasilkan sepeda motor sebenarnya sudah tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Dalam Permen LH tersebut, ada tiga klasifikasi ambang batas kebisingan yang dihasilkan oleh knalpot sepeda motor. Ambang batas itu diklasifikasikan menjadi tiga, yakni:

1. Tipe 80cc ke bawah maksimal 77 db (desibel)

2. Tipe 80cc-175cc maksimal 83 db

3. Tipe 175cc ke atas maksimal 88 db.

4 dari 4 Halaman

BERI KOMENTAR