HOME » BERITA » VIRAL WARGA COLONGAN MUDIK SEMBUNYI DI BAGASI BUS, POLISI: ITU HOAX

Viral Warga Colongan Mudik Sembunyi di Bagasi Bus, Polisi: Itu Hoax

Di media sosial, netizen ramai membicarakan soal warga yang mudik dengan menumpangi bus dan duduk di bagasi bus meski mudik kini dilarang lantaran pandemi virus Corona (COVID-19).

Senin, 27 April 2020 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Viral Warga Colongan Mudik Sembunyi di Bagasi Bus, Polisi: Itu Hoax
Para penumpang bersiap menaiki bus (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Potret beberapa orang yang duduk di bagasi bus beredar di media sosial. Mereka disebut sedang melakukan perjalanan mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dan larangan mudik.

Mereka bahkan disebut rela membayar ongkos bus cukup mahal, yakni Rp 450 ribu. Menanggapi hal tersebut, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Menurutnya, semua jenis kendaraan angkutan penumpang mudik tak diizinkan melintasi peratasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Jadi mau di bagasi kek, mau di mesin kek, enggak bakal bisa. Kan semua bus udah enggak boleh lewat," kata Sambodo saat dihubungi, Senin (27/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Dia menegaskan, informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Terlebih, hanya mobil atau angkutan yang membawa logistik dan BBM saja yang boleh melintasi perbatasan Jabodetabek.

Selain dari mobil angkutan tersebut, nantinya akan diminta oleh petugas yang menjaga diperbatasan untuk segera memutar balik kendaraannya.

"Jadi udah pasti itu hoaks," tegasnya.

 

2 dari 2 Halaman

Diketahui, pemerintah telah melakukan pelarangan mudik lebaran 2020 sejak 24 April 2020. Pelarangan mudik tersebut untuk memutus dan mencegah penyebaran virus Covid-19 atau corona yang masih melanda Indonesia.

Oleh karena itu, Polda Metro Jaya dengan stakeholder terkait membangun pos pengamanan sebanyak 18 titik di sejumlah perbatasan Jabodetabek. Ada dua titik yang menjadi pos besar yakni di Tol Cikarang dan Tol Bitung.

Sedangkan, untuk 16 pos pantau lainnya berada di jalur arteri seperti di Lippo Karawaci, Batu Ceper, Ciledug, Kebon Nanas, Jatiuwung, Puspitek, Curug, Jalan Raya Bogor-Cibinong, Citayam, Sumber Arta, Bantargebang, Cakung, Cibarusah, Kedung Waringin, Bojong Mangu dan Pebayuran.

BERI KOMENTAR