HOME » BERITA » VIRUS CORONA COVID-19 ANCAM RIBUAN ORANG YANG MENGIKUTI PAMERAN MOBIL UNTUK ACARA AMAL

Virus Corona COVID-19 Ancam Ribuan Orang yang Mengikuti Pameran Mobil untuk Acara Amal

Pameran otomotif yang awalnya dibuat dengan skala kecil menjadi tak terkendali. Sehingga acara itu dibubarkan karena berpotensi menjadi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Kamis, 08 Oktober 2020 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Virus Corona COVID-19 Ancam Ribuan Orang yang Mengikuti Pameran Mobil untuk Acara Amal
Pameran otomotif di tengah pandemi COVID-19 (Carscoops)

OTOSIA.COM - Ada banyak pameran otomotif yang terpaksa ditunda atau dialihkan menjadi virtual akibat pandemi COVID-19. Tak hanya di Indonesia, tapi hampir di semua negara.

Meski begitu, pameran otomotif dengan skala kecil rupanya masih digelar. Seperti yang digelar oleh Loma Linda Unversity Church.

Dilansir dari Carscoops, pameran mobil untuk kegiatan amal itu diperkirakan hanya akan diikuti oleh sekitar 24 kendaraan. Tapi rupanya, ada banyak kendaraan yang mengikuti acara itu.

1 dari 3 Halaman

NBC Los Angeles menyebut bahwa San Bernardino County Sheriff's Department mengestimasikan 3.000 hingga 4.000 orang terlibat acara tersebut. Parahnya ribuan orang itu tak diam di dalam mobil, seperti yang seharusnya dilakukan.

Mereka bercengkerama di luar mobil masing-masing membuat kondisi semakin buruk. Para pejabat menyatakan bahwa pameran mobil itu berpotensi menjadi penyebar virus Corona.

"Kami menapatkan beberapa telepon dari beberapa orang yang menuju rumah sakit untuk mendapatkan layanan medis, dan mereka tidak bisa ke sana karena ada kemacetan karena acara itu," ujar Deputi Sheriff, Olivia Bozek.

2 dari 3 Halaman

Pameran mobil itu akhirnya dibubarkan oleh pihak berwenang dan polisi. Gereja juga mengeluarkan pernyataan perimintaan maaf karena mempersulit pekerja rumah sakit, keamanan kampus, departemen sheriff dan lingkungan sekitar.

"Kami gagal mengantisipasi bahwa acara berkembang jauh melebihi apa yang kami rencanakan. Kami masih memroses detailnya untuk lebih memahami bagaimana ini bisa terjadi, sehingga hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," begitu pernyataan gereja.

3 dari 3 Halaman

BERI KOMENTAR