HOME » BERITA » VIRUS CORONA MELUAS, PRODUSEN OTOMOTIF DIMINTA PRODUKSI ALAT KESEHATAN

Virus Corona Meluas, Produsen Otomotif Diminta Produksi Alat Kesehatan

Kementerian Perindustrian meminta produsen otomotif dalam negeri ikut memproduksi alat kesehatan untuk penanggulan penyebaran virus corona.

Sabtu, 28 Maret 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Virus Corona Meluas, Produsen Otomotif Diminta Produksi Alat Kesehatan
Ilustrasi pameran otomotif (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian meminta produsen otomotif untuk melakukan diversifikasi produksi terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (27/3).

Kemenperin juga mendorong produsen otomotif di dalam negeri untuk bisa memproduksi alat kesehatan, seperti ventilator atau alat bantu pernapasan.

"Untuk supply ventilator, akan dibuat prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri otomotif dengan industri komponen," ujarnya.

1 dari 1 Halaman

Menurut Agus Gumiwang, salah satu bentuk dukungan kepada pelaku industri agar bisa berproduksi, pemerintah telah menerbitkan stimulus ekonomi kedua berupa pembebasan sementara bea masuk bahan baku industri dan kemudahan proses importasi bahan baku.

?Kami terus aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk kelancaran izin edar dan impor bahan bakunya,? papar Agus.

Kemenperin akan memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang berperan membantu pemerintah dalam upaya menekan laju penyebaran virus korona di Indonesia.

Permintaan pemerintah tersebut didasari makin tingginya permintaan dalam negeri terhadap alat pencegah virus, seperti masker dan alat pelindung diri (APD).

"Hal ini guna memenuhi permintaan domestik yang sedang tinggi, terutama untuk memasok kebutuhan para tenaga kesehatan dalam penangangan pasien yang terpapar virus korona atau Covid-19," paparnya.

Selain produsen otomotif dalam negeri, Kemenperin juga mendorong hal yang sama terhadap industri farmasi dan tekstil.

 

BERI KOMENTAR