HOME » BERITA » VOLVO DIBUAT SULIT EKSPOR MOBIL AKIBAT HUBUNGAN AMERIKA-CHINA

Volvo Dibuat Sulit Ekspor Mobil Akibat Hubungan Amerika-China

Akibat tensi Amerika-China yang meningkat, Volvo dibuat sulit untuk mengekspor mobil yang dibuat di Chinda ke Amerika Serikat.

Sabtu, 25 Juli 2020 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Volvo Dibuat Sulit Ekspor Mobil Akibat Hubungan Amerika-China
Volvo XC60 (Carbuzz)

OTOSIA.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China rupanya tak kunjung reda. Sebelumnya sudah cukup banyak yang terimbas. Kini giliran Volvo yang kesulitan akibat tensi Amerika-China.

Seperti disebutkan dalam Automobilwoche, tensi kedua negara itu membuat Volvo harus membuat keputusan sulit. Kemungkinan bisa membuat Volvo tak lagi peroduksi mobil di China dan mengekspornya ke Amerika Serikat atau Eropa seperti sebelumnya.

"Karena fluktuasi kebijakan perdagangan baru-baru ini, saya tidak berpikir segalanya akan semudah sebelumnya. Setiap mobil yang dijual di sana, akan diproduksi di sana," kata CEO Volvo, Hakan Samuelsson.

1 dari 1 Halaman

Ambil contoh, sedan Volvo S90 dan SUV XC60 diproduks di pabrik terpisah di China tapi juga dibuat di Swedia. Pada 2018, Volvo sudah memprediksi adanya tensi hubungan Amerika-China yang meningkat. Sehingga memutuskan untuk memroduksi XC60 di Eropa.

Seperti diketahui, Volvo saat ini berada di bawah peusahaan induk Geely. Baru-baru ini mereka membangun pabrik di South Carolina yang memroduksi Volvo S60.

Volvo juga menjadi merek mobil mewah pertama yang mengekspor mobil buatan China (XC60) kembali ke Amerika Serikat pada 2015 lalu. Mobil Volvo buatan China dan diekspor ke Amerika Serikat akan dikenakan pajak tambahan. Hal itu jelas memberatkan.

BERI KOMENTAR