HOME » BERITA » VOLVO TINGGALKAN INTERIOR MOBIL BERBAHAN KULIT

Volvo Tinggalkan Interior Mobil Berbahan Kulit

Volvo saat ini sedang mencari dan mengembangkan bahan interior alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Rabu, 29 September 2021 21:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Volvo Tinggalkan Interior Mobil Berbahan Kulit
Volvo XC40 (Volvo Cars Group)

OTOSIA.COM - Kulit hewan sering sering digunakan pada interior mobil. Fungsinya adalah untuk meningkatkan aura kemewahan kabin. Tidak heran jika pemanfaatan kulit kerap ditemukan pada merek-merek mobil premium, seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi, Jaguar, dan Volvo.

Brand yang terakhir baru-baru ini memutuskan untuk mengurangi penggunaan bahan kulit hewan. Mengutip paultan.org, Selasa (28/9/2021), alasan Volvo bahwa peternakan sapi berdampak buruk terhadap lingkungan. Pembiakan sapi secara estimasi menghasilkan 14% emisi greenhouse gases.

1 dari 3 Halaman

Meninggalkan kulit hewan

Interior Volvo V60 (Volvo Cars Group)

Sebagai produsen otomotif yang berkelanjutan, merek asal Swedia ini tidak hanya beralih ke mobil listrik untuk mengurangi emisi CO2, namun juga memperbaiki dan melindungi habitat dan kelangsungan hidup fauna.

"Sebagai produsen otomotif yang progresif kami harus menanggapi berbagai permasalahan terkait dengan keberlanjutan, tidak hanya emisi CO2. Sumber daya yang ramah lingkungan adalah bagian penting dari upaya tersebut, termasuk di dalamnya adalah menjaga kehidupan para hewan," ujar Stuart Templar, Director of Global Sustainability Volvo Cars.

2 dari 3 Halaman

Sejalan dengan rencana tersebut, Volvo akan menggunakan bahan ramah lingkungan untuk kebutuhan interior mobil, mulai dari dasbor hingga jok penumpang.

"Beralih ke kabin bebas bahan kulit pada mobil listrik kami merupakan langkah yang bagus untuk menganggapi permasalahan ini," tegasnya.

3 dari 3 Halaman

Alternatif sumber bahan ramah lingkungan

Interior Volvo V60 (Volvo Cars Group)

Saat ini Volvo terus mengembangkan sumber daya ramah lingkungan dengan kualitas tinggi. Salah satunya adalah pembuatan Nordico, sebuah material sintesis yang terbuat dari campuran  botol polyethylene terephthalate (PET), bahan-bahan ramah lingkungan dari hutan-hutan khusus di Swedia dan Finlandia, serta corks dari botol anggur.

Meski sudah mempunyai Nordico, Volvo masih terus mencari sumber alternatif lain. Pemanfaatan bahan ramah lingkungan terhadap seluruh mobil Volvo akan direalisasikan setidaknya 25% dan 100% di tahun 2040 mendatang.

"Mencari produk dan material yang mendukung pelestarian hidup binatang akan cukup sulit. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk menghindari permasalahan tersebut. Ini adalah pilihan yang tepat. Mempunyai pola pikir progresif serta berkelanjutan berarti memberikan permasalahan yang rumit kepada diri sendiri dan secara aktif mencari solusinya," tutup Templar.

BERI KOMENTAR