HOME » BERITA » VULKANISIR BAN, HALAL ATAU HARAM?

Vulkanisir Ban, Halal atau Haram?

Sampai sekarang, vulkanisir ban masih menimbulkan pro dan kontra.

Senin, 09 Maret 2020 14:45 Editor : Cornelius Candra
Vulkanisir Ban, Halal atau Haram?
Ban truk (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Kendaraan niaga mengedepankan perhitungan soal nilai ekonomisnya. Karena itu, komponen pada pick-up dan truk cenderung memiliki daya tahan yang relatif lebih baik dibanding kendaraan penumpang, termasuk ban.

Biasanya, para pengusaha menjatuhkan pilihannya pada ban bias. Mengutip pernyataan dari Ivan, salah satu tenaga penjual ban Bridgestone di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, jenis tersebut lebih awet dibanding ban radial.

1 dari 2 Halaman

Pasalnya, ban bias menggunakan bahan karet yang keras. Memang, jenis ini tidak terlalu nyaman ketika dipasang pada mobil penumpang, tapi sanggup menahan beban berat dan tahan lama. Sedangkan material ban radial relatif empuk sehingga cepat habis.

Tapi, tak sedikit juga para pengusaha yang melakukan vulkanisir ketika ban truk mereka sudah mulai tipis. Singkatnya, vulkanisir adalah proses memahat ban ketika alurnya tak lagi terlihat atau botak.

2 dari 2 Halaman

Ternyata, hal ini cenderung berbahaya. Pasalnya, ban truk didesain untuk menahan beban berat. Ketika alurnya sudah tak terlihat, dimensinya mulai menipis dan daya angkutnya berkurang drastis, begitu juga dengan daya cengkeramnya ke jalan.

Ivan pun menyebut bahwa di dalam ban terdapat kawat yang memperkuat karetnya. Ketika kawat ini sudah mulai terlihat, artinya ban sudah tipis dan potensi untuk pecah semakin besar, serta tentu bisa menyebabkan kecelakaan.

BERI KOMENTAR