HOME » BERITA » WACANA PEMBATASAN SEPEDA MOTOR, BEGINI PENDAPAT PEGIAT MOTOR CUSTOM

Wacana Pembatasan Sepeda Motor, Begini Pendapat Pegiat Motor Custom

Usulan dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak bagi penjualan sepeda motor dan industri terkait

Senin, 24 Februari 2020 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
Wacana Pembatasan Sepeda Motor, Begini Pendapat Pegiat Motor Custom
Motor custom (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Wacana pembatasan sepeda motor melintas di ruas-ruas jalan nasional menimbulkan pro dan kontra. Usulan pelarangan sepeda motor datang dari Nurhayati Monoarfa yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Pembahasan tentang pembatasan motor mencuat saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait masukan Penyusunan Rancangan Undang-Undang Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta RUU Revisi Nomor 38 Tahun 2204 Tentang Jalan.

Usulan dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak bagi penjualan sepeda motor dan industri terkait. Reaksi juga datang dari pegiat motor custom di Indonesia. Kalangan builder menyebut wacana tersebut dinilai malah membatasi orang untuk beraktivitas.

1 dari 3 Halaman

Salah satu dasar pelarangan tersebut selain asas keselamatan juga untuk mengurangi kesemerawutan jalan dan kemacetan. Bagi pegiat motor custom, larangan motor melintas adalah usulan atau ide berat sebelah. Karena hal yang sama tidak diberlakukan juga terhadap roda empat. Menurut mereka motor jangan selalu dijadikan kambing hitam.

"Kalau jadi diundangkan, ini terlalu diskriminatif. Masak hanya roda dua saja yang dilarang. Kan sama-sama bayar pajak. Trus buat apa kami bayar pajak kalau tidak boleh menikmati hasilnya," ujar Arie Indra Perkasa, builder yang juga pemilik Street Arts Custom.

Menurut Indra DPR tidak perlu terburu-buru memvonis sepeda motor sebagai biang benang kesemerawutan jalan. Justru menurut dia yang harus dibenahi lebih dulu adalah transportasi massal dan prasarana jalan.

"Kendaraan umumnya dulu yang diperbaiki, diperbanyak, dibuat lebih nyaman," imbuhnya.

2 dari 3 Halaman

Efek untuk Bisnis Motor Custom

Kendati membatasi ruang orang untuk bergerak, wacana tersebut menurut Arie tidak memberikan efek domino terhadap bisnis dan industri motor custom. Pasalnya, yang dibatasi adalah jalan melintas motor, bukan kreasi dan bisnisnya.

"Saya kira tidak ada dampaknya bagi bisnis custom. Jadi korelasinya kepada bisnis motor custom tidak ada, karena kan yang dibatasi hanya ruas jalannya saja, bukan bisnis customnya," tukasnya.

3 dari 3 Halaman

Sebelumnya ramai diberitakan, politisi PPP tersebut menyatakan pembatasan motor sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan dan menyelamatkan Rp830 miliar pertahun dari pemborosan akibat benang kusut kondisi jalan raya ini.

Nurhayati menyatakan bahwa ide membatasi akses sepeda motor di jalan raya akan diterapkan di kota-kota besar di Indonesia.

BERI KOMENTAR