HOME » BERITA » WACANA PENGHAPUSAN PAJAK KENDARAAN DAN SIM SEUMUR HIDUP, POLRI: PERLU KAJIAN MENDALAM

Wacana Penghapusan Pajak Kendaraan dan SIM Seumur Hidup, Polri: Perlu Kajian Mendalam

Baru-baru ini wacana tentang penghapusan pajak kendaraan bermotor roda dua dan pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) ramai diperbincangkan. Wacana itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Senin, 26 November 2018 08:45 Editor : Dini Arining Tyas
Wacana Penghapusan Pajak dan SIM Seumur Hidup (Instagram/divisihumaspolri)

OTOSIA.COM - Baru-baru ini wacana tentang penghapusan pajak kendaraan bermotor roda dua dan pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) ramai diperbincangkan. Wacana itu menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal ini, melalui akun Instagram resmi Divisi Humas Polri, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetya mengatakan, wacana tersebut masih perlu kajian mendalam. Pihaknya menyebut bahwa kajian akademis yang komprehensif dan pembahasan para ahli-ahli di bidangnya masih diperlukan untuk melanjutkan rencana ini.

"Jika alasan wacana kebijakan tersebut untuk mengurangi persoalan di masyarakat mengenai administrasi maka perlu dilakukan survei terlebih dahulu. Hasil survei itu nantinya memberikan gambaran keluhan seperti apa saja yang dialami masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan roda dua." jelas Dedi, yang dikutip dari @divisihumaspolri.

Wacana Penghapusan Pajak dan SIM Seumur Hidup (Instagram/divisihumaspolri)

Jika dilihat, rencana tersebut memang seperti mempermudah masyarakat ya Otolovers. Tapi coba telisik lebih jauh lagi, apakah tidak menimbulkan persoalan lebih besar?

Contohnya saja, semakin banyaknya kendaraan yang akan memenuhi jalan. Padahal jalanan sudah sangat padat. Bahkan, sebelumnya Polri pun menegaskan bahwa pemilik kendaraan yang tidak membayarkan pajak kendaraan, maka kendaraan bisa ditilang dan disita. Sebab, hasil pembayaran pajak itu sebenarnya untuk pembangunan jalan, perbaikan jalan, dan sumbangan kecelakaan.

Sementara jika benar SIM akan diberlakukan seumur hidup, tentu hal ini memerlukan peraturan yang sangat jelas dan sistematis. Nah, setuju enggak Otolovers kalau wacana ini diterapkan?

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR