HOME » BERITA » WADUH, YAMAHA JEPANG TERSANDUNG SKANDAL EMISI GAS BUANG

Waduh, Yamaha Jepang Tersandung Skandal Emisi Gas Buang

Dikabarkan bahwa lima dari delapan pabrikan ditemukan salah dalam melakukan pengujian dan melaporkan emisi serta efisiensi bahan bakar produk mereka, salah satunya ialah Yamaha.

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Autocarstuff.co.nz

OTOSIA.COM - Beberapa industri otomotif di Jepang tengah diguncang skandal emisi gas buang. Kabar terbaru, kasus tersebut kini juga tengah menyelimuti Yamaha Motor Corp. Jepang.

Mengutip dari Asphaltandrubber.com, dikabarkan bahwa lima dari delapan pabrikan ditemukan salah dalam melakukan pengujian dan melaporkan emisi serta efisiensi bahan bakar produk mereka.

Mulanya, skandal ini menimpa Mitsubishi pada tahun 2016 yang kemudian disusul oleh Nissan dan Subaru setahun kemudian. Temuan ini lalu memicu pemerintah Jepang untuk meminta semua perusahaan otomotif memeriksa kembali standar pengujian produk mereka.

Setelah dilakukan peninjauan internal, ditemukan bahwa Mazda dan Suzuki melakukan pengujian yang tidak sesuai standar. Hal serupa ternyata juga dilakukan oleh pabrikan motor berlogo garpu tala, Yamaha.

Berdasarkan sumber yang sama, Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang menyatakan bahwa Suzuki, Mazda, dan Yamaha melakukan pengujian produk dengan kondisi serta metode yang tidak valid.

Dengan demikian, Yamaha harus melakukan uji emisi ulang pada tujuh model produknya secara menyeluruh. Pasalnya, ditemukan sebanyak 2 persen terbukti diuji dengan cara yang keliru.

Untungnya, mereka masih belum melanggar peraturan setempat. Meski begitu, nama beberapa pabrikan Jepang dianggap menodai pemerintah setempat karena terlibat kasus ini.

Menanggapi hal tersebut, pihak Mazda, Suzuki, dan Yamaha secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya kepada konsumen dan pemerintah.

"Yamaha Motor dengan tulus meminta maaf kepada semua pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya yang mungkin memiliki kekhawatiran atau merasa tidak nyaman akibat kejadian ini," kata perusahaan sepeda motor itu dalam siaran pers.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR