HOME » BERITA » WAGUB DKI: PENERAPAN TILANG GANJIL GENAP UNTUK MENDISIPLINKAN MASYARAKAT

Wagub DKI: Penerapan Tilang Ganjil Genap untuk Mendisiplinkan Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung penerapan tilang ganjil genap

Jum'at, 03 September 2021 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Wagub DKI: Penerapan Tilang Ganjil Genap untuk Mendisiplinkan Masyarakat
Ganjil genap ditiadakan dan transportasi umum dibatasi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

OTOSIA.COM - Penerapan tilang untuk pelanggar aturan ganjil genap saat PPKM sudah diberlakukan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku mendukung langkah ini. Menurutnya, tilang bakal bisa mendisiplinkan masyarakat.

"Ganjil genap kan sudah dimulai beberapa waktu yang lalu. Saya kira kita harus mulai mendisiplinkan masyarakat yang melanggar dan tidak disiplin," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2021).

1 dari 3 Halaman

Selain itu, Riza menilai penerapan tilang juga sebagai bentuk penghargaan untuk masyarakat yang telah taat aturan yang ada. "Kita dukung penilaian bagi siapa saja yang melanggar dalam rangka tertib lalu lintas," jelas dia.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai memberlakukan sanksi tilang terhadap pengemudi kendaraan roda empat yang melanggar aturan ganjil-genap di DKI Jakarta.

2 dari 3 Halaman

"Tindakan hukum yang kita lakukan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan ETLE dan tilang secara manual," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2021) dilansir Antara.

Meski tilang elektronik telah diberlakukan, Polda Metro Jaya tetap memberlakukan sanksi tilang secara manual bagi para pelanggar.

3 dari 3 Halaman

Sanksi tilang secara manual tersebut dikenakan kepada mereka yang tertangkap tangan menerobos kawasan ganjil-genap melalui jalan tikus.

Meski demikian, Sambodo memastikan jajarannya akan terlebih dulu melakukan verifikasi data tilang agar pelanggaran ganjil-genap tidak ditilang dua kali untuk satu pelanggaran.

Reporter: ika defianti

Sumber: Liputan6.com, Merdeka.com

BERI KOMENTAR