HOME » BERITA » WAH, SIMAK TEKNOLOGI LANCER EVO DI SUV OUTLANDER PHEV

Wah, Simak Teknologi Lancer Evo di SUV Outlander PHEV

Motsubishi Outlander PHEV sebagai SUV 4WD berbasis mobil listrik dengan teknologi plug in hybrid ternyata juga mengadopsi teknologi Lancer Evo yang melegenda.

Senin, 29 Maret 2021 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Wah, Simak Teknologi Lancer Evo di SUV Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Mitsubishi Lancer Evolution adalah nama melegenda yang merupakan versi sporty dari Mitsubishi Lancer. Namanya besar berkat kiprahnya di ajang reli dunia WRC.

Prestasinya tidak lepas dari teknologi yang diusung. Uniknya, teknologi-teknologi mobil satu ini ditularkan juga ke mobil-mobil lain dan dikembangkan lebih jauh. Salah satunya ke Outlander PHEV.

Salah satu teknologi yang disematkan Mitsubishi Motors ke SUV dua motor elektrik tersebut adalah Super All Wheel Control (S-AWC).

"Fitur S-AWC ini pertama kali diperkenalkan pada model Mitsubishi Lancer Evolution IV. Sejak saat itu teknologi S-AWC semakin berkembang hingga sekarang digunakan pada Outlander PHEV yang memiliki spesifikasi sebagai SUV 4WD berbasis mobil listrik dengan teknologi plug in hybrid (PHEV)," ujarIrwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

1 dari 3 Halaman

Pada prinsipnya, teknologi ini dibuat untuk menghadirkan pengendalian berkendara yang bisa diprediksi dan performa maksimal saat kecepatan tinggi.

Para prosesnya, teknologi ini menerapkan sistem pengendali dari tenaga mesin mobil dan juga tenaga pengereman mobil dari keempat roda, yang berfungsi secara otomatis mengenali perilaku mobil untuk membantu mengendalikan kendaraan di berbagai permukaan jalan.

"Dengan teknologi ini maka pengemudi mobil akan merasa aman dan nyaman saat berkendara dan harus melakukan pengendalian manuver mobil di berbagai kondisi jalan," paparnya.

2 dari 3 Halaman

Teknologi Outlander PHEV bikin penasaran

S-AWC sendiri melibatkan banyak sensor di mobil, seperti ABS (Anti-lock Braking System), AYC (Active Yaw Control), Active Stability Control (ASC) dengan Traction Control (TC).

"Saat Outlander PHEV menikung, roda kiri dan roda kanan pasti membutuhkan tenaga yang berbeda. Sistem ini memberikan potensi tenaga yang baik oleh baterai yang dikontrol oleh EMCU (Electric Motor Control Unit) di bagian belakang dan front PDU (Power Drive Unit) di bagian depan," urai Mitsubishi.

3 dari 3 Halaman

Motor listrik Outlander PHEV akan mengontrol torsi mesin dan juga torsi pengereman regenerative antara motor listrik yang ada di depan dan belakang secara terpisah. Dengan demikian, fungsi ABS dan ASC mendapat kontrol yang optimal.

Outlander PHEV sendiri dibekali mesin bensin 2.400 cc yang dipadukan dengan dua motor listrik atau Twin Motor 4WD. Masing-masing tertanam di setiap sisi roda bagian depan dan belakang. Teknologi S-AWC ini mengontrol Twin Motor 4WD dan AYC secara terintegrasi.

"Hasilnya, masing-masing roda dapat dikendalikan di semua kondisi jalan tanpa khawatir salah satu roda kehilangan traksi. Selain itu, S-AWC juga mengontrol distribusi pembagian tenaga pada baterai dengan baik," tambahnya.

BERI KOMENTAR