HOME » BERITA » WAJIB TAHU, INI DUA KEUNTUNGAN BLOKIR KENDARAAN YANG SUDAH DIJUAL

Wajib Tahu, Ini Dua Keuntungan Blokir Kendaraan yang Sudah Dijual

Ada dua keuntungan blokir kendaraan yang sudah dijual. Berikut ulasannya

Senin, 13 Juli 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Wajib Tahu, Ini Dua Keuntungan Blokir Kendaraan yang Sudah Dijual
Ilustrasi STNK

OTOSIA.COM - Memiliki kendaraan dan pernah menjualnya, maka sang pemilik harus segera melakukan pemblokiran. Hal ini dilakukan untuk menghindari pajak progresif kendaraan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Melansir Liputan6.com, dijelaskan Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus, pajak progresif sendiri adalah pajak yang dikenakan bagi pemilik yang memiliki lebih dari satu kendaraan dengan satu nama.

Jika Otolovers terkena pajak progresif, maka untuk pajak kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya lebih besar dibanding yang pertama.

"Sehingga sebaiknya kami selalu menyarankan dan fasilitas itu sudah ada di setiap Samsat, apabila sudah jual kendaraan langsung laporkan, bahwa kendaraan tersebut sudah dijual. Nanti kendaraan itu kita berikan label di dalam sistem, untuk tidak bisa diperpanjang lagi dengan nama orang tersebut," jelas Martinus saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Lanjut Martinus, pada saat pemilik baru kendaraan yang kita jual hendak membayar pajak , ia wajib melakukan proses balik nama sehingga nama pemilik sebelumnya sudah tidak menempel di kendaraan yang telah dijual. "Jadi, saat beli kendaraan baru, tidak terkena pajak progresif," tambahnya.

1 dari 1 Halaman

Keuntungan Lain

Bukan hanya itu saja, ada keuntungan lainnya, yakni terkait sistem tilang elektronik. Pasalnya kamera ETLE merekam pelanggaran dan disesuaikan dengan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Jadi kalo tidak diblokir, dan pemilik barunya melanggar lalu lintas, surat panggilannya akan dikirimkan ke alamat pemilik lama. Jadi, yang dirugikan pastinya pemilik kendaraan lama yang belum melakukan pemblokiran," pungkasnya.

BERI KOMENTAR