HOME » BERITA » WAJIB TAHU, KOMUNITAS MOTOR DILARANG MENGAWAL AMBULANS

Wajib Tahu, Komunitas Motor Dilarang Mengawal Ambulans

Menurut Undang-Undang yang berlaku, komunitas motor atau pengawal ambulans dari kalangan umum tidak dibenarkan karena tidak memiliki SOP dalam hal pengawalan.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Wajib Tahu, Komunitas Motor Dilarang Mengawal Ambulans
Pemotor kawal ambulans (Istimewa)

OTOSIA.COM - Ternyata komunitas motor yang mengawal ambulans membuat Korlantas geram. Sebab para pemotor tersebut tidak memiliki izin atas pengawalan yang dilakukan. Dalam hal ini, pihak kepolisian merupakan pengawal yang sah untuk ambulans.

Lantas, maraknya aksi tersebut membaut Satlantas Polres Pasuruan, mengaku kecewa dengan hal tersebut. Menurut Undang-Undang yang berlaku, komunitas motor atau pengawal ambulans dari kalangan umum tidak dibenarkan karena tidak memiliki SOP dalam hal pengawalan.

Sehingga, jika ada pengawalan seperti itu dikhawatirkan malah dapat membahayakan dirinya atau pengguna jalan lain.

1 dari 4 Halaman

Ipda Yusuf, Kanit Turjawali Polres Pasuruan, menjelaskan dalam pengawalan adalah menjadi bagian dari wewenang Polri.

"Apapun bentuk pengawalan merupakan kewenangan Polri. Ambulans yang membawa pasien Covid-19 pun juga merupakan bagian dari wewenang Polri dalam melakukan pengawalan. Bukan klub motor atau sukarelawan," jelas Ipda Yusuf.

2 dari 4 Halaman

Mengenai aturannya, sudah tertuang dalam Pasal 135 UU No.22 Tahun 2009 di mana dijelaskan ada tiga ayat yang mengatur tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dalam Undang-Undang tersebut, untuk kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Republik Indonesia dan menggunakan isyarat lampu merah atau biru dengan bunyi sirine.

Kedua, petugas Kepolisian Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya pengguna jalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1. Serta ketiga, alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintas tidak berlaku lagi bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

3 dari 4 Halaman

Baik Namun Harus Sesuai Prosedur

Pengawal ambulans harus dari kepolisian Ipda Yusuf juga juga tidak menampik bahwa jika ada klub motor yang melakukan pengawalan itu adalah hal yang baik, namun mereka juga harus memperhatikan beberapa hal serta kondisi di jalan.

"Adanya sukarelawan memang baik, namun harus melihat-lihat kondisi yang ada seperti apa dan bagaimana. Legalitasnya juga seperti apa kalau memang klub motor pengawal ambulans tersebut dibentuk," tambah Ipda Yusuf.

4 dari 4 Halaman

Lebih lanjut, hal seperti ini memang sering terjadi miskomunikasi antara pihak ambulans dan polisi. Pihak ambulans sering kali tidak mengubungi polisi untuk pengawalan.

"Padahal kami pernah bilang kepada petugas ambulans di RSUD Bangli, jika ada pasien urgen atau membawa pasien bahkan jenazah covid-19, mohon untuk segera memberi tahu dan meminta tolong dalam hal pengawalan. Nyatanya sampai sekarang tidak ada laporan sama sekali," pungkas Yusuf.

Penulis: Fahmi Rizki

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR