HOME » BERITA » WASPADA GELOMBANG KEDUA PANDEMI VIRUS CORONA (COVID-19) ANCAM INDONESIA

Waspada Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona (COVID-19) Ancam Indonesia

Ancaman gelombang kedua virus Corona (COVID-19) perlu diwaspadai.

Rabu, 22 April 2020 09:00 Editor : Dini Arining Tyas
Waspada Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona (COVID-19) Ancam Indonesia
Pandemi virus Corona (COVID-19) (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona (COVID-19) di Indonesia terus bertambah. Dilansir Liputan6.com, ahli kesehatan masyarakat, Hisbullah Thabrany menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia perlu mewaspadai gelombang kedua penyebaran COVID-19.

Untuk menghadapi hal tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakuka adalah menjaga daya tahan tubuh. Saya tahan tubuh benar-benar menjadi kekuatan yang bisa dipakai untuk melawan COVID-19, mengingat belum ditemukannya vaksin COVID-19 hingga saat ini.

"Untuk menghadapi gelombang itu tidak ada jalan lain sebelum vaksin dan obat ditemui. Dan sekarang sedang berupaya satu-satunya jalan adalah menjaga daya tahan tubuh kita ini sangat penting," katanya.

Sementara itu, menurutnya, jika menilik pada wabah flu Spanyol yang terjadi kira-kira seabad lalu, memang ancaman munculnya gelombang ikutan setelah serangan pertama patut diwaspadai. "Kembali lagi virus begini memang pengalaman 100 tahun yang lalu juga menunjukkan ada 3 gelombang ya," kata dia, dalam diskusi SmartFM, Sabtu (18/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Selain itu, masyarakat juga harus mampu membuat semacam evaluasi terhadap diri masing-masing. Hal ini penting agar untuk menghindar dari kemungkinan ikut tertular.

"Buat yang muda insya Allah masih lebih aman buat yang tua jangan keluar rumah kecuali dalam posisi sendirian jaga jarak yang jauh," katanya.

Hal yang paling penting, tegas dia, yakni jangan pernah menganggap remeh Covid-19. Misalnya berpikir bahwa daerah tropis tidak akan terjangkit Covid-19.

"Virus itu selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat dan kita jangan underestimate (meremehkan) seolah-olah ini akan tidak terlalu berbahaya di negara tropis kan banyak yang begitu ya kita harus mengasumsikan bahwa virus ini sangat berbahaya. Dan kemungkinan besar dia akan kembali," terang dia.

"Oleh karena itu kita harus istilah perang kita harus selalu siap waspada Jangan menganggap remeh. Jangan Anggap enteng suatu ketika ini akan menjadi endemik seperti halnya demam berdarah," imbuhnya.

2 dari 2 Halaman

Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh, kata dia, bisa ditempuh dengan mengonsumsi ramuan herbal, semisal jamu. Sebab, jamu dapat membantu menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh.

"Ya kita punya buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C jambu itu banyak sekali dan itu juga membantu petani kita jadi bagus sekali kearifan lokal kita mengambil hikmahnya saja makan buah-buahan lokal jamu dan sebagainya. Insya Allah membuat daya tahan tapi tidak mengobati. Belum ada bukti untuk mengobati. Jadi jangan salah itu," tandasnya.

BERI KOMENTAR