HOME » BERITA » WASPADA MALING MOTOR DI CIMAHI YANG SASAR OJOL, MODUS LEMPAR BOTOL SAMBAL

Waspada Maling Motor di Cimahi yang Sasar Ojol, Modus Lempar Botol Sambal

Dua pelaku curanmor menggunakan modus lempar botol sambal diringkus. Mereka mengaku sudah melakukan 17 kali pencurian selama setahun.

Selasa, 22 September 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Waspada Maling Motor di Cimahi yang Sasar Ojol, Modus Lempar Botol Sambal
Ilustrasi garis polisi (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Dua pelaku pencurian sepeda motor, Wawan Hermawan (28) dan Sandi Firmansyah (21) diringkus polisi. Tujuh sepeda motor berhasil diamankan dari tangan keduanya.

Meski begitu, tujuh sepeda motor itu diduga hanya sebagian dari hasil aksi mereka. Pasalnya, para tersangka mengaku sudah melakukan 17 kali pencurian motor dalam setahun terakhir, yang mana mayoritas dilakukan di wilayah hukum Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan dua tersangka ini merupakan saudara ipar. Wawan bertugas sebagai pencuri, sedangkan Sandi menjadi penadah sekaligus penjual kendaraan hasil curian. Biasanya, konsumen tergiur dengan harga motor murah yang mereka tawarkan di media sosial.

1 dari 2 Halaman

Dalam aksinya, tersangka selalu menyasar tukang ojek pangkalan atau ojek online. Mereka meminta korban untuk diantarkan ke daerah yang sepi kemudian melumpuhkan korban dengan melempari sambal dan kekerasan.

"Rata-rata korbannya itu ojek pangkalan dan ojek online. Modusnya sama, melempari wajah korban dengan sambal. Saya imbau agar segera melaporkan ke Polres Cimahi. Kami sudah amankan 7 unit kendaraan milik korban. Kami akan telusuri sepeda motor lainnya," kata dia di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Senin (21/9/2020).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil penelusuran laporan salah satu korban bernama Nana Mulyana pada 19 Juli 2020 lalu. Saat itu, korban yang bekerja sebagai ojek online diminta mengantarkan tersangka ke kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

2 dari 2 Halaman

Saat tiba di lokasi yang ditentukan, korban dilempari sambal di bagian mata hingga kesulitan melihat. Dengan kondisi itu, korban tidak bisa melakukan perlawanan saat dipukul dan ditendang hingga tersungkur.

Motor korban pun raib dibawa Wawan. Diketahui, motor curian itu dijual oleh Sandi seharga Rp 2,9 juta melalui media sosial. Setelah mengantongi identitas pelaku, polisi akhirnya menangkap tersangka Sandi pada 3 September lalu di Kampung, Desa Buninagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Sandi pun ditangkap tak lama kemudian.

Para tersangka dikenakan Pasal 365 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. "Tersangka ini merupakan residivis. Sebelumnya pernah dipenjara karena kasus perkelahian," katanya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR