HOME » BERITA » WASPADA, SISTEM ALARM MOBIL JUGA BISA DIRETAS

Waspada, Sistem Alarm Mobil Juga Bisa Diretas

Selasa, 26 Maret 2019 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi pencuri mobil (cumbria.police.uk)

OTOSIA.COM - Sejalan dengan perkembangan teknologi kini mencuri kendaraan pun semakin canggih. Jika dulu maling membongkar paksa pintu mobil, namun berbeda halnya dengan sekarang. Saat ini pelaku kejahatan bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk mencuri kendaraan.

Menurut Kaspersky Lab South East Asia, serangan relai kunci terhadap kendaraan tanpa kunci sudah mulai banyak dikenal. Banyak vendor alarm mobil pihak ke-3 memasarkan diri mereka sebagai solusi untuk ini.

Yang kemudian jadi pertanyaan, kata Rosmarie, apakah kecanggihan tersebut dapat menjamin keamanan? Spesialis keamanan informasi di Pen Test Partners telah melakukan pengujian dengan membajak sebuah mobil menggunakan alarmnya.

Terlebih lagi, sistem keamanan yang diretas adalah Pandora dan Viper SmartStart yang banyak digunakan. Para peneliti memperkirakan bahwa terdapat sekitar 3 juta mobil telah menginstalasi sistem alarmnya dengan vendor tersebut.

"Secara teori, sistem anti pencurian yang cerdas adalah lebih dari sekadar alarm. Mereka dapat membantu bahkan saat kendaraan telah dicuri. Misalnya, mereka dapat melacaknya, mematikan mesin, dan mengunci pintu sebelum polisi tiba. Semua kecanggihan tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi di ponsel pintar Anda. Mudah bukan?," papar Kaspersky Lab.

Jawaban di atas tentu saja ya, kata Kaspersky Lab. Namun apakah juga aman? Seperti yang beruang kali diklaim setiap pihak pabrik, bahwa sistem tersebut memang dirancang untuk meningkatkan keamanan mobil.

Bukan hanya mobil yang bisa disikat, setelah membajak akun dan masuk ke aplikasi atas nama pemilik kendaraan, seorang pelaku kejahatan cyber mendapatkan akses ke banyak data dan semua fungsi alarm pintar.

"Perubahan kata sandi yang sederhana akan mengunci Anda keluar dari sistem, dan inilah yang dapat dilakukan para pelaku kejahatan cyber," ujar perusahaan ini.

Bahkan para pelaku kejahatan cyber bisa melacak semua pergerakan kendaraan, mengaktifkan dan menonaktifkan sistem alarm, mengunci dan membuka kunci pintu mobil, mengaktifkan dan menonaktifkan immobilizer, alat antipencurian yang mencegah mesin memulai, hingga merusak mesin, dalam beberapa kasus bahkan saat mobil sedang bergerak.

Dalam kasus sistem alarm Pandora, pelaku kejahatan cyber juga dapat menguping pembicaraan di dalam kendaraan melalui mikrofon sistem antipencurian, yang ditujukan untuk panggilan darurat.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR