HOME » BERITA » WASPADALAH! INI 6 PENYAKIT YANG KERAP MENYERANG PENGENDARA MOTOR

Waspadalah! Ini 6 Penyakit yang Kerap Menyerang Pengendara Motor

Bagi pecinta kendaraan roda dua, naik motor adalah kesenangan. Sayangnya, kesenangan ini ada risikonya. Selain risiko kecelakaan, ada risiko jangka panjang yang harus diterima pengendara motor

Selasa, 30 April 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasiberkendara sepeda motor (Rideapart)

OTOSIA.COM - Bagi pecinta kendaraan roda dua, naik motor adalah kesenangan. Sayangnya, kesenangan ini ada risikonya.

Selain risiko kecelakaan, ada risiko jangka panjang yang harus diterima pengendara motor. Maka itu, perlengkapan untuk berkendara wajib hukumnya dipakai, seperti masker, jaket, dan lainnya.

Melansir laman Wahana Honda, setidaknya ada 6 jenis penyakit yang kerap menyerang pengendara motor. Apa saja?

1. Iritasi mata

Penyakit ini paling mudah dan paling sering dialami para pengendara sepeda motor. Apalagi jika punya hobi tak menutup kaca helm. Saat berkendara, pastikan mata terlindungi oleh kaca helm supaya tak langsung terkena hembusan udara dari depan.

Boleh juga memakai kacamata hitam saat berkendara siang hari, saat matahari sedang terik. Pastikan mata mendapatkan pandangan yang baik, tidak silau, supaya tak mengganggu konsentrasi menyetir.

2. Nyeri Badan

Nyeri badan seperti pada pingging, panggul, lutut, danpersendian pasca berkendara adalah hal yang wajar. Apalagi jika berkendara dalam waktu yang cukup lama dan suspensi motor juga tak bagus.

Supaya tak merasakan hal itu, coba pastikan bahwa suspensi motor nyaman untuk dikendarai. Selain itu, tambah porsi istirahat akan membantu badan selalu fit.

3. Gangguan Saluran Pernafasan

ISPA, Bronkhitis, dan TBC adalah salah satu dari kumpulan penyakit ini. Solusinya, selain pakai buff atau masker dan helm, pengendara motor harus selalu menjaga suhu tubuh dengan jaket khusus untuk berkendara. Juga ada baiknyamemakai pelindung dada agar suhu dari area paru-paru tidak terpengaruh terpaan angin dingin.

4. Wasir

Terlalu lama duduk di kendaraan bisa menyebabkan wasir. Apalagi jika kurang minum air putih. Kondisi itu akan memperparah wasir.

Untuk meminimalkan risiko ini, selalu beristirahatlah saat menempuh perjalanan jauh. Usahakan berdiri dan merubah posisi duduk setiap kali motor berhenti.

5. Tinnitus

Penyakit ini kerap mampir ke orang yang sering melakukan perjalanan jauh. Penderita penyakit ini akan merasakan kupingnya mendengar bunyi dengung setelah berkendara. Bunyi itu malah akan semakin mengganggu saat suasana semakin sepi.

Jikamengalami hal ini, cobalah tidur dengan mendengarkan white noise, yakni bunyi-bunyian yang membuat tidur rileks. White noise mudah kamu dapatkan di internet.

Nah, supaya tak mengalami Tinnitus, pakailah earplug saat berkendara. Hanya saja, cara ini punya risiko lain. Otolovers bisa tak mendengar kondisi di sekitar dengan maksimal saat berkendara. Solusi lainnya adalah memakai helm SNI berkualitas, supaya suara bising di jalan teredam dengan baik.

6. Bell's Palsy

Penyakit ini menyerang otot saraf di wajah manusia. Gejalanya mirip dengan stroke ringan. Mulai dari wajah yang terasa kebas, hingga otot saraf muka yang tak bisa dikendalikan.

Ada tiga otot yang menjadi korban dari penyakit ini, diantaranya otot dahi, pipi, dan dagu. Jika terkena penyakit ini, wajah bakalan susah untuk digerakkan.

Penyebabnya sepele, karena wajah pengendara tidak terlindungi sehingga terkena angin dingin secara terus menerus. Alhasil otot saraf yang mengkerut menghimpit otot wajah.

Solusinya, lindungi wajahmu dengan masker atau buff dan juga kaca helm. Jika sudah merasakan gejala itu, segeralah ke dokter agar mendapatkan pertolongan.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR