HOME » BERITA » WIRELESS CHARGING UNTUK MOBIL LISTRIK, PERLUKAH SAAT INI?

Wireless Charging untuk Mobil Listrik, Perlukah Saat ini?

Hingga saat ini, pengecasan mobil listrik masih menggunakan kabel. Namun teknologi pengisian baterai tanpa kabel ato wire less charging sebenarnya sudah tersedia.

Selasa, 28 September 2021 13:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Wireless Charging untuk Mobil Listrik, Perlukah Saat ini?
Ilustrasi Wire Less Charging (insedeevs.com)

OTOSIA.COM - Salah satu yang bikin repot saat mengisi daya mobil listrik adalah kabel. Selain dihadapkan pada jenis colokan berbeda, panjang serta ukuran yang cukup tebal membuat alat itu tergolong bulky (memakan ruang).

Untuk itu, ada 2 solusi yang dapat mengurangi masalah pengecasan mobil listrik di atas. Pertama adalah menggunakan teknologi fast charging dimana baterai mobil bisa diisi ulang dalam waktu cepat. Lalu kedua menggunakan teknologi wireless charging yang tidak memerlukan kabel sama sekali.

Opsi pertama sudah banyak diterapkan pada stasiun pengisian daya listrik. Sedangkan wireless charging yang dinilai lebih convenient dan canggih belum digunakan secara umum.

1 dari 5 Halaman

Penggunaan kabel

John Hellsing (paultan.org)

Melansir paultan.org, Senin (27/9/2021), faktor terbesar minimnya pemanfaatan wireless charging karena kurangnya permintaan dari pemilik mobil listrik.

Sebagai contoh di Norwegia. Jumlah Electric Vehicle (EV) di salah satu negara Skandinavia ini sangat banyak, namun sebaliknya permintaan wireless charging masih jarang karena dianggap bukan hal yang mendesak.

2 dari 5 Halaman

"Norwegia adalah contoh yang bagus. Mereka mempunyai jumlah kendaraan EV yang cukup tinggi, namun (warga Norwegia) tidak meminta untuk pembuatan wireless charging," ungkap Johan Hellsing, Principal Expert Motion & Energy at CEVT (China Euro Vehicle Technology AB).

Hellsing mengatakan bahwa biaya pembangunan dan perawatan wireless charging cenderung mahal. Selain itu fasilitas pengisian daya mobil listrik tersedia dalam jumlah banyak di Norwegia.

Akibatnya pemilik mobil listrik di negara tersebut tidak terlalu menuntut adanya pengecasan yang lebih mudah.

3 dari 5 Halaman

Wireless charging di masa depan

Kendati demikian Hellsing memperkirakan teknologi wireless charging akan menjadi kebutuhan yang mendesak bagi pemilik kendaraan listrik di masa depan. Saat ini menurut dia wireless charging belum menjadi perioritas utama.

"Saya percaya bahwa kedepannya wireless charging akan menjadi lebih umum, terutama dengan makin berkembangnya mobil otonom," ujarnya.

Ilustrasi Wire Less Charging (paultan.org)

 

 

4 dari 5 Halaman

Pasalnya mobil otonom bisa langsung menuju ke lokasi pengecasan tanpa kendali manusia. Dengan wireless charging, penumpang didalamnya tidak perlu keluar masuk mobil untuk mengisi ulang baterai.

"Beberapa tahun lalu, saya kira wireless charging akan menjadi kewajiban. Tapi saya kira dengan berkembangnya teknologi mobil otonom, di mana mobil bisa berjalan dengan sendirinya ke tempat pengisian, kita harus membuat proses pengecasan menjadi otomatis juga," jelasnya.

5 dari 5 Halaman

Sebenarnya saat ini perangkat wireless charging sudah siap digunakan. Bahkan daya pengecasannya sudah cukup mumpuni, mulai dari 10 kW hingga 75 kW.

"Secara teknologi, (wireless charging) cukup mumpuni. Teknologinya sudah mempunyai tingkat efisiensi yang bagus di mana daya pengecasannya mencapai 10 kW atau 20 kW dan bahkan, satu perusahaan bisa sampai 75 kW," tutup Hellsing.

BERI KOMENTAR