HOME » BERITA » WOW, MERAKIT SATU UNIT MOBIL BISA BUTUH PULUHAN RIBU KOMPONEN

Wow, Merakit Satu Unit Mobil Bisa Butuh Puluhan Ribu Komponen

Membuat satu unit mobil membutuhkan berbagai jenis komponen dan jumlahnya tak sedikit.

Rabu, 27 Mei 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Wow, Merakit Satu Unit Mobil Bisa Butuh Puluhan Ribu Komponen
Pabrik Toyota Indonesia (liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pernahkan kamu bertanya-tanya apa saja material yang dibutuhka untuk membuat satu unit mobil? Berapa banyak pula komponen yang dibutuhkan untuk merakitnya?

Seperti diketahui, ada banyak bagian pada satu unit mobil saja. Mulai dari bagian-bagian besar, hingga bagian-bagian terkecil, seperti baut dan seal.

Dilansir dari Liputan6.com, rupanya jumlah komponen itu tergantung pada jenis mobil. Tapi merujuk laman Toyota.co.jp, jumlah komponen untuk membuat satu mobil Toyota sekira 30 ribuan unit. Tentu saja, angkanya bisa saja berbeda dari satu pabrikan ke pabrikan lain. Jumlah tersebut bisa jadi lebih banyak, tapi bisa juga lebih sedikit.

1 dari 2 Halaman

Ambil contoh Rolls-Royce, untuk satu unit mesin bersilinder 12, dirakit dari 14 ribu komponen. Tapi jumlah ini terhitung sangat banyak, mengingat mesin yang dibuat relatif "raksasa".

Untuk Toyota sendiri, komponen-komponen ini tidak semuanya dibuat sendiri. Dikatakan, beberapa komponen seperti jok, roda kemudi, kaca depan, lampu depan, diproduksi oleh rekanan. Sementara bagian penting seperti mesin dan transmisi, dibuat sendiri oleh mereka.

Setiap komponen ini dirakit dengan metode yang presisi. Dalam arti, di sana melibatkan pekerja-pekerja ahli serta mesin-mesin canggih.

2 dari 2 Halaman

Asia Nikkei, baru-baru ini melaporkan bahwa pabrikan asal Jepang itu sedang merancang sistem perakitan mobil baru yang membuat satu pabrik tidak perlu menyimpan banyak komponen. Dengan begitu, perakitan dapat lebih efektif. Metode ini bakal diterapkan di pabrik di prefektur Miyagi, Jepang.

Dengan metode baru ini, urutan produksi mobil ditentukan sekitar empat hari sebelum dimulainya proses perakitan. Di saat itu pula komponen baru dikirim ke pabrik.

Pada metode lama, komponen dikirim jauh-jauh hari, tapi proses akhir kerap tidak sesuai rencana untuk mengakomodir perubahan seperti pengecatan ulang kendaraan yang gagal dalam tahap quality control.

BERI KOMENTAR