HOME » BERITA » WULING: PRESIDEN BARU DAN KONDISI POLITIK BERDAMPAK KE SEKTOR OTOMOTIF

Wuling: Presiden Baru dan Kondisi Politik Berdampak ke Sektor Otomotif

Wuling Indonesia berharap Presiden terpilih bisa memajukan insdustri otomotif dan menciptakan suasana politik yang kondusif.

Senin, 22 April 2019 16:15 Editor : Cornelius Candra
Wuling (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kendati perhitungan suara pemilihan Presiden RI periode 2019 - 2024 masih terus berjalan, beberapa pemain otomotif menaruh harapan besar terhadap presiden terpilih nanti.

Salah satu tanggapan dan harapan datang dari brand roda empat asal Cina, Wuling.

Melalui PT Wuling Motors Indonesia, produsen mobil yang menjagokan Confero dan Almaz ini menyatakan bahwa kondisi politik dan ekonomi yang kondusif akan berdampak besar bagi pertumbuhan otomotif Indonesia.

"Kami berharap bahwa siapapun pemimpin yang dipilih oleh masyarakat Indonesia pada pemilu ini bisa semakin memperkuat pertumbuhan perekonomian dan mendukung peningkatan di sektor perindustrian, khususnya industri otomotif di Indonesia," kata Dian Asmahani Brand Manager Wuling Motors.

Wuling mengaku senang pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia berjalan demokratis, dan menghormati serta memdukung siapa pun presiden yang dipilih oleh rakyat Indonesia.

"Tentunya kami mendukung siapapun yang dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk menjadi presiden, dengan harapan dapat lebih memajukan sektor industri otomotif di Indonesia," tukasnya.

"Kami melihat bahwa siapapun yang terpilih dapat memberikan dampak positif dalam rangka mengembangkan perindustrian, khususnya di bidang otomotif," lanjutnya.

Namun demikian Wuling melihat presiden baru bukanlah faktor terbesar yang menentukan perjalanan penjualan Wuling di Indonesia. Faktor produk dan layanan penjualan menjadi hal penting, kata Dian.

"Pengaruh secara langsung mungkin tidak tampak. Karena volume sales dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti produk itu sendiri, layanan pendukung, kondisi ekonomi, daya beli dan preferensi konsumen, permintaan pasar, serta lain sebagainya," paparnya.

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR