HOME » BERITA » BEGINI ALASAN GARUDA INDONESIA PILIH XPANDER SEBAGAI MOBIL OPERASIONALNYA

Begini Alasan Garuda Indonesia Pilih Xpander sebagai Mobil Operasionalnya

Mitsubishi Xpander menjadi andalan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia di segmen mobil keluarga. Selain itu, kini Xpander menjadi kendaraan kru maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Rabu, 12 Desember 2018 11:15 Editor : Ahmad Muzaki
Mitsubishi Xpander (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Mitsubishi Xpander menjadi andalan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia di segmen mobil keluarga. Selain itu, kini Xpander menjadi kendaraan kru maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Total 401 unit Xpander warna Sterling Silver Metallic yang telah dipasangi stiker Garuda digunakan sebagai kendaraan operasional dan shuttle transportasi awak kabin di area Jabodetabek, dari tempat tinggalnya ke bandara.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyebutkan bahwa penggunaan Xpander sendiri menurutnya memenuhi faktor-faktor yang dibutuhkan perusahaan penerbangan tersebut.

"Bukan hanya aviasi, tetapi juga dari ground movement (pergerakan kru di darat) kami utamakan keselamatan. Faktor kedua adalah pricing, dan faktor ketiga adalah kenyamanan. Seperti diketahui kami mendapatkan penghargaan untuk kenyamanan, dan hal ini dimulai dari kenyamanan cabin crew," ujarnya.

Kerja sama pemanfaatan Xpander oleh maskapai Garuda Indonesia dengan Mitsubishi menggunakan sistem sewa pakai. Sebenarnya sistem ini juga sangat menguntungkan pihak Garuda, mengingat cukup besarnya porsi biaya operasional transportasi maskapai.

Xpander dan Pramugari Garuda Indonesia (Otosia.com/Nazarudin Ray)

"(Biaya untuk) ground itu 20 persen bagadge crew, air crew, ground handling, lalu transportasi. Total cost kami sekitar Rp70 triliun, jadi bisa dihitung sendiri," ujar Ari.

Dengan mempertimbangkan biaya tersebut, pihaknya juga ingin memberikan kenyamanan bagi para kru. Bahkan dengan Xpander ini, jangkauan penjemputannya naik tiga kali lipat. Kru dari Bogor pun akan dijemput dengan Xpander.

"Ya memang ini program happy buat crew, tadinya 30 km tetapi kami expand, ya namanya juga Xpander ya, kami expand sampai 90 km. Jadi cabin crew yang tinggal di Bogor juga kami jemput. Makanya dari efisiensi bahan bakar yang kami utamakan," kata dia.

Pemanfaatan Xpander ini bukan tidak mungkin berkembang mengingat jumlah kru kabin Garuda saat ini sebanyak 4.000 orang, dan ditambah lagi 300 orang dari City Link dan 700 orang dari Sriwijaya Group.

"Nanti bukan hanya antar jemput tetapi juga di airport, dan mungkin juga transportasi pegawai darat mobilisasi office," tambah Ari.

Xpander Garuda bukanlah bentuk kerja sama fleet pertama bagi PT MMKSI, tetapi memang yang pertama untuk jenis kendaraan penumpang. Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT MMKSI menegaskan bahwa kelak kerja sama serupa akan berkembang.

Ini merupakan langkah awal dari fleet bussines yang dilakukan untuk passanger car dalam hal ini Xpander. Ke depannya tidak menutup kemungkinan fleet bussines akan dilakukan untuk model yang lainnya. Kalau passanger car memang baru Xpander, tetapi kendaraan komersial (LCV) sudah banyak. Mayoritas dari kendaraan komersial kami seperti Triton dan L300 untuk fleet karena model-model ini memang diperuntukkan sebagai bisnis, dan performanya bisa di berbagai medan.

Total 401 unit Xpander yang diperuntukkan bagi Garuda ini sudah tersedia pada tahap pertama di bulan Oktober 2018 sebanyak 119 unit. Penyediaan tahap ke-2 di dilakukan pada Desember 2018 ini sebanyak 282 unit.

Ari Askhara mengatakan bahwa Garuda Indonesia memang juga memakai merek lain untuk kebutuhan yang sama. Namun, jumlah Xpander ini jauh lebih banyak dari yang lain.

"Total dari yang kami sewa dan beli, ada dari Toyota dan Honda. Kali ini pilihannya di Mitsubishi Xpander. Jumlahnya 401 unit, sementara totalnya 800 unit," kata dia.

(kpl/prl/ahm)

BERI KOMENTAR