HOME » BERITA » YLKI SARANKAN APLIKATOR OJOL BERI FASILIATAS CICILAN LEASING UNTUK MITRANYA

YLKI Sarankan Aplikator Ojol Beri Fasiliatas Cicilan Leasing untuk Mitranya

Selama PSBB Jakarta berlangsung, ojek online akan merasakan dampak yang luar biasa, lantaran ada aturan bahwa sepeda motor tak boleh membawa penumpang orang.

Sabtu, 11 April 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
YLKI Sarankan Aplikator Ojol Beri Fasiliatas Cicilan Leasing untuk Mitranya
Driver ojek online di Harmoni (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Ada beberapa hal yang diatur, termasuk soal kendaraan roda dua yang tak boleh membonceng penumpang. Hal ini tentu berdampak pada ojek online yang menggantungkan pendapatannya dari pekerjaan mengangkut orang.

Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 18 ayat 6, yakni Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Terkait hal ini, para driver ojol pun akan kehilangan banyak pendapatan, mengingat 60 persen pendapatan driver ojol berasal dari orderan penumpang orang.

Tetapi demi alasan keamanan, kesehatan dan keselamatan kdua belah pihak, baik penumpang maupun drriver, aturan tersebut harus dipatuhi bersama.

1 dari 2 Halaman

Melansir Merdeka.com, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi memberikan saran untuk keberlangsungan dan nasib driver ojek online. Menurutnya, aplikator ojek online maupun konsumen harus memberikan perhatian serius untuk hal ini.

Tulus menyarankan agar aplikator membantu dan memfasilitasi tagihan atau cicilan pada pihak leasing. Mengingat, meski pemerintah meminta ada penangguhan cicilan untuk para driver ojol, tapi masih ada perusahaan pembiayaan yang melakukan penagihan.

"Tetapi fakta di lapangan masih banyak konsumen yang ditagih oleh pihak leasing, termasuk ari driver ojol," kata Tulus.

2 dari 2 Halaman

Selain itu, Tulus juga menyarankan aplikator untuk menghilangkan atau meniadakan potongan pada driver atau memotong maksimal 5 persen. Sementara itu, potongan cicilan helm dan jaket para driver juga diminta untuk ditangguhkan.

Bagi para konsumen, Tulus menyarankan agar selalu memberikan tips pada driver ojol. Bahkan tips tersebut seharusnya lebih besar dari pada kondisi normal.

"Tips sebagai bentuk insentif kepada drivr ojol yang telah berani mengambil risiko tinggi, dengan tetap beroperasi dan melayani konsumen. Inilah saatnya konsumen berkontribusi di tengah pandemi. Sementara selama ini konsume mendapatkan tarif promosi (diskon)," tandasnya.

BERI KOMENTAR