Sukses

55 Kata-kata Sindiran untuk Menyadarkan Teman, Dijamin Menusuk ke Relung Hati

Otosia.com, Jakarta Dalam hubungan pertemanan pasti ada saja permasalahan yang menghampiri. Di situasi ini terkadang kata-kata sindiran bakal keluar dari mulut kamu. Biasanya ini menjadi cara ampuh untuk menyadarkan teman secara halus.

Hal ini wajar sebab setiap manusia memiliki sifat dan pendapat masing-masing yang sering kali berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan itu lah yang kerap kali memicu konflik dalam suatu hubungan. Baik itu hubungan pertemanan, hubungan sepasang kekasih maupun hubungan keluarga.

Kata-kata sindiran bisa digunakan untuk meluapkan perasaan tidak suka, tidak terima dan ketidaknyamannya pada orang lain. Kata-kata sindiran untuk menyadarkan teman ini bisa kamu pakai jika kamu tidak ingin langsung menegurnya. Kata-kata sindiran yang kamu ucapkan bisa membuat seseorang menyadari kesalahannya.

Nah, berikut ini kata-kata sindiran untuk menyadarkan teman yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (22/9/2022).

Video Paling Dicari saat Ini

Kata-Kata Sindiran yang Menohok

1. "Lebih baik musuh yang jujur daripada teman palsu."

2. "Beberapa orang tidak setia denganmu, mereka setia pada kebutuhan mereka yang tergantung denganmu. Ketika kebutuhan mereka berubah, begitu pula kesetiaannya."

3. "Jangan harapkan orang menyeberangi samudera untukmu, kalau kamu saja tidak mau melompati kubangan untuk mereka."

4. "Sahabat sejati adalah orang yang tidak akan berjalan ke luar ketika hidupmu sedang sulit. Mereka seharusnya menuangkan kopi dan menarik kursi untukmu."

5. "Aku memutuskan mengerahkan semua usahaku untuk menghubungimu, dan kamu tidak melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya kita tidak pernah berbicara lagi."

6. "Teman datang dan pergi. Tapi aku tidak menyangka kamu juga."

7. "Beberapa orang tidak akan pernah berubah, dan kamu hanya bisa menerimanya."

8. "Aku merindukanmu. Tidak, aku ralat. Aku merindukanmu yang dulu, seseorang yang selalu peduli kepadaku."

9. "Bahkan kayu yang berada di sungai selama puluhan tahun pun tak akan berubah menjadi buaya."

10. "Aku tak butuh teman yang berubah saat aku berubah dan mengangguk saat aku mengangguk. Bayanganku bisa melakukannya dengan lebih baik." (Plutarch)

11. "Lucu sekali saat kau mengenal seseorang begitu lama dan mereka berubah tepat di hadapanmu." (Karina Barton)

12. "Tetaplah jujur, tetaplah setia, atau tetaplah menjauh dariku."

13. "Saat susah datang, saat senang menghilang. Apakah begitu sikap seorang teman?"

14. "Aku mencoba, kamu tidak. Aku menangis, kamu tidak. Kamu pergi, aku tidak."

15. "Niat untuk menginspirasi dan pamer kadang memang beda tipis."

16. "Teman itu selalu datang ketika kita susah, eh salah, teman datang kalau dia butuh uang."

17. "Sudah dibantu sekuat tenaga, pas kita butuh dia pura-pura lupa.

18. "Tidak semua orang yang harus dijadikan teman. Misalnya orang yang datang saat butuh saja."

19. "Orang menyangka dia adalah temanku, padahal dia adalah orang yang hanya memanfaatkanku.

20. "Mulai sekarang carilah teman yang bermanfaat, bukan teman yang hanya pandai memanfaatkan."

Kata-Kata Sindiran yang Ngena di Hati

21. "Lama nggak pernah menyapa, giliran butuh datangnya ke kita."

22. "Dulu aku yang menemani setiap hari. Sekarang setelah dia banyak teman, aku malah dimusuhi.

23. "Kamu sendiri yang menjauh dariku. Sekarang berani-beraninya datang minta bantuan kepadaku."

24. "Omongannya penuh kata-kata yang bijak dan benar, tapi kelakuannya belum sesuai dengan apa yang dikatakan sendiri."

25. "Wah, kamu baik sekali, ya? Tapi, sayang pas ada maunya aja. Terharu aku."

26. "Cantik, omonganmu itu sama seperti parfum isi ulang ya? Memang wangi sekali, tapi palsu."

27. "Aku akan tetap berbuat baik kepadamu. Tapi mungkin sulit untuk memberikan hatiku padamu."

28. "Bertahun-tahun kamu tak mau mengenalku lagi. Tapi aku tahu suatu hari kamu akan meminta bantuan kepadaku?

29. "Aku tak pernah memusuhimu. Aku tak pernah membencimu. Kamu sendiri yang menjauh dan memusuhiku."

30. "Sebenarnya aku sangat tidak butuh terhadap teman yang datang hanya saat butuh saja."

31. "Entah bagaimana caranya, Tuhan akan membuat seorang teman yang berkhianat kembali datang meminta bantuan,"

32. "Ketika kamu pergi, Tuhan telah mengganti dengan yang lebih baik darimu."

33. "Risih banget dengan teman yang datang kalau ada maunya aja."

34. "Tak selamanya berteman itu baik untuk kita. Terutama ketika berteman dengan orang yang banyak maunya."

35. "Dia seperti kilat atau petir, yang datang yang di saat akan hujan."

36. "Semakin tua semakin sadar, bahwa tidak semua teman berfungsi sebagai teman.

37. "Sebab sahabat itu saling tumbuh, bukan saling menghilang saat jatuh"

38. "Saat kita membantu teman yang kesulitan, jangan pernah berharap dia akan mengingat kita di saat kita dalam kesulitan. Karena sesungguhnya manusia itu cepat lupa."

39. "Tidak harus bersama. Tapi paham kapan seharusnya ada."

40. "Aku berterima kasih kepada saat-saat sulit, karena di situlah aku mengerti siapa teman yang sejati."

Kata-Kata Sindiran yang Ngena di Hati

41. "Sampah aja dibuang sembarangan, apalagi pacar."

42. "Penyesalan itu tiba di akhir, jika di awal namanya pendaftaran kali".

43. "Kamu sama dia sebastian ya, sebatas teman tanpa kepastian".

44. "Sekuat apa pun kau perjuangkan, yang pergi akan tetap pergi, memang sudah jalannya kok".

45. "Ya Allah harta itu memang hanya titipan, tapi mbok ya saya dititipin agak banyak gitu".

46. "Cantik sih tapi rela bagi-bagi?"

47. "Kalau tidak ada chat grup WA mungkin HP ku sudah ku museumkan."

48. "Jangan lupa pakai deodoran biar setia setiap saat."

49. "Pacaran itu sama AC yang bisa bikin adem terus".

50. "Pasti kamu capek karena harus pakai makeup di dua wajah sekaligus."

51. "Omonganmu seperti parfum isi ulang, wangi tapi palsu."

52. "Perbuatan baik akan kembali pada pelakunya. Banyak-banyaklah menanam kebaikan."

53. "Bicarakan aku sepuasnya. Kelak, akan ada balasan untuk setiap kalimat yang kamu keluarkan."

54. "Aku bukan menghinamu, aku cuma mendeskripsikanmu."

55. "Ya, namanya juga teman. Ada yang baik, ada juga yang munafik."

Penulis: Kurnia Azizah

Sumber: Merdeka.com

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Loading