Sukses

Ketahui Macam-macam Konjungsi, Disertai Contoh dan Penjelasan Detailnya

Otosia.com, Jakarta Macam-macam konjungsi berdasarkan fungsinya seharusnya memang dipelajari oleh setiap orang. Konjungsi atau kata penghubung merupakan sebuah kata yang berfungsi untuk menghubungkan antar klausa. Biasanya letak konjungsi berada di tengah-tengah kalimat.

Pengetahuan tentang konjungsi ini menjadi penting untuk diketahui lebih lanjut. Pasalnya, konjungsi adalah sebuah kata yang penting untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lainnya. Jika konjungsi atau kata penghubungnya tidak tepat, maka kalimat akan memiliki arti yang berbeda.

Maka dari itu, berikut ini dirangkum macam-macam konjungsi dan contohnya yang perlu untuk Anda ketahui dilansir dari berbagai sumber. Berikut ini adalah macam-macam konjungsi berdasarkan fungsinya.

Video Paling Dicari saat Ini

1. Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif adalah konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan kata dengan kata, frasa, klausa atau kalimat yang berkedudukan sederajat. Contoh konjungsi jenis ini adalah kata dan, lagi pula, serta.

Contoh: Ani dan Riski sedang pergi ke pasar untuk belanja sayuran.

2. Konjungsi Disjungtif

Konjungsi disjungtif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur sederajat dengan tujuan untuk memilih salah satu dari dua hal atau lebih. Contoh kata konjungsi ini adalah maupun, baik, entah, atau dst.

Contoh: Baju itu cocok dipakai oleh pria maupun wanita.

3. Konjungsi Pertentangan

Macam-macam konjungsi yang ketiga adalah konjungsi pertentangan. Konjungsi ini adalah konjungsi yang berfungsi sebagai kata penghubung antar dua kalimat sederajat yang saling bertentangan. Contoh kata konjungsi ini adalah sebaliknya, padahal, melainkan, akan tetapi, sedangkan, namun, dst

Contoh: Murni anak yang pandai, akan tetapi dia kurang patuh dengan orang tua.

4. Konjungsi Final

Konjungsi final adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan maksud dan tujuan suatu peristiwa atau sebuah tindakan. Contoh kata konjungsi adalah untuk, supaya, agar, guna dst.

Contoh: Rosi belajar tiap hari agar jadi juara di kelas.

5. Konjungsi Waktu

Konjungsi waktu adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan waktu dari sebuah pernyataan. Contoh kata konjungsi waktu adalah apabila, sementara, sesudah, setelah, sejak, tatkala, sampai, dst.

Contoh: Tatkala matahari terbenam, anak-anak sudah harus sampai rumah.

6. Konjungsi Perbandingan

Macam-macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi perbandingan. Konjungsi perbandingan adalah konjungsi yang berfungsi untuk membandingkan dua hal tertentu. Contoh katanya adalah sebagai, seakan-akan, umpama, sebagaimana, ibarat, bagaikan, dst.

Contoh: Lampu itu terang, bagaikan bulan di malam hari.

7. Konjungsi Akibat

Konjungsi selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah konjungsi akibat. Konjungsi akibat adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan akibat dari terjadinya sesuatu. Contoh kata konjungsi akibat adalah sehingga, sampai, akibatnya.

Contoh: Motor itu jarang dicuci, sehingga sangat kotor.

8. Konjungsi Syarat

Macam-macam konjungsi yang perlu Anda ketahui adalah konjungsi syarat. Konjungsi syarat adalah konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan dua unsur yang mempunyai hubungan syarat di dalamnya. Contoh katanya adalah jika, apabila, jikalau, bilamana, asalkan dst.

Contoh: Jika bapak pulang, aku akan meminta untuk dibelikan permen.

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Macam-macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi tak bersyarat. Konjungsi tak bersyarat adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan jika terjadinya suatu hal tidak membutuhkan syarat tertentu. Contoh katanya adalah walaupun, biarpun, sekalipun, kendatipun, meskipun, dst.

Contoh: Andi bermain di sungai, meskipun dilarang oleh bapaknya.

10. Konjungsi Penegas

Konjungsi penegas adalah konjungsi yang berfungsi untuk menegaskan atau meringkas suatu kalimat yang sebelumnya telah disebutkan sebelumnya. Contoh katanya adalah bahkan, yaitu, umpama, apalagi, misalnya, dst.

Contoh: Sepeda itu sangat murah, apalagi ditambah dengan diskon.

11. Konjungsi Pembenaran

Macam-macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi pembenaran. Konjungsi pembenaran adalah konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan dua hal dengan membenarkan suatu hal pada induk kalimat. Contoh katanya adalah walaupun, biarpun, sungguhpun, kendatipun, meskipun, dst.

Contoh: Hari ini saya tetap masuk sekolah kendatipun cuaca sangat panas.

12. Konjungsi Penjelas

Konjungsi selanjutnya yang perlu Anda pahami adalah konjungsi penjelas. Konjungsi penjelas adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu beserta perinciannya. Contoh katanya adalah bahwa.

Contoh: Rudi mengatakan bahwa ia tidak mengerti perihal pencurian yang terjadi di sekolahan.

13. Konjungsi Korelatif

Macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi korelatif. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua kalimat yang berkaitan sehingga saling mempengaruhi. Contoh katanya adalah semakin, bertambah, tidak hanya, dst

Contoh: Dian tidak hanya seorang mahasiswa tetapi juga seorang pengusaha.

14. Konjungsi Kausal

Macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi kausal. Konjungsi kausal adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan penyebab suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Contoh katanya adalah sebab, karena, itu, dst.

Contoh: Roti itu tidak bisa dimakan karena gosong.

15. Konjungsi Urutan

Macam konjungsi selanjutnya adalah konjungsi urutan. Konjungsi ini berfungsi untuk menyatakan urutan suatu hal dalam sebuah kalimat. Contoh katanya adalah mula-mula, lalu, kemudian.

Contoh: Tuangkan nasinya di atas wajan, kemudian masukkan bumbunya.

Penulis: Muhammad Farih Fanani

Sumber: Merdeka.com

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Loading