Sukses

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Beserta Artinya yang Patut Diketahui

Otosia.com, Jakarta Bagi umat Islam bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu sangat penting untuk diketahui. Bahkan hal ini sendiri sangat dianjurkan dalam Islam. Anjuran tersebut tertuang dalam Quran Surah Al Ahzab ayat 41 yang berbunyi sebagai berikut.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab [33]: 41).

Berdasarkan arti dari Quran Surah Al Ahzab ayat 41 tersebut, dapat dimaknai jika melafalkan bacaan doa dan dzikir setelah sholat pun dapat menjadi salah satu amalan yang senantiasa mendekatkan kita kepada Allah SWT. Dengan berdoa dan berdzikir, kita dapat mengingat Allah SWT sebanyak-banyaknya.

Lantas, apa saja bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu yang dapat diamalkan secara rutin tersebut? Berikut ini rangkuman bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu yang dilansir dari laman NU Online pada Selasa (24/1/2023).

Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Melafalkan bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu tentu membutuhkan waktu. Sehingga, alangkah baiknya bagi kita untuk senantiasa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan amalan-amalan yang baik tersebut.

Setidaknya, terdapat enam jenis dzikir yang dapat dikerjakan setelah sholat fardhu. Di antaranya yakni sebagai berikut.

1. Membaca Istighfar

Astaghfirullah hal'adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih.

Artinya:

"Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

2. Melafalkan Pujian kepada Allah SWT

Allahumma antassalam waminkassalam tabarakta Ya Dzaljalali wal ikram.

Artinya:"Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik." (HR. Muslim)

3. Membaca Pujian atas Kekuasaan Allah SWT

Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya:

"Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan." (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Mengucapkan Puji Syukur

Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika.

Artinya:

"Wahai Allah, aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang baik kepada-Mu)." (HR Abu Daud dan Nasa'i).

5. Melafalkan Tahlil

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:"Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim, no. 594).

6. Membaca Doa Memohon Perlindungan dari Allah SWT

Allahumma ajirni minannar.

Artinya:

"Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka."

Bacaan Doa Setelah Sholat Fardhu

Selain membaca dzikir, selesai mengerjakan sholat fardhu juga dianjurkan untuk melafalkan doa. Sama halnya dengan dzikir, membaca doa setelah sholat fardhu juga bertujuan untuk senantiasa mengingat, berserah diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut sebagaimana yang tercatat dalam sebuah hadis riwayat mengenai anjuran Rasulullah untuk senantiasa membaca doa dan dzikir setelah sholat fardhu serta di banyak kesempatan. Adapun bunyinya yakni sebagai berikut.

"Hendaklah lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah (maksudnya: terus meneruslah berdzikir kepada Allah)." (HR. Ahmad)

Maka dari itu, amalan yang satu ini rasanya begitu disayangkan apabila terlewatkan. Beberapa doa setelah sholat fardhu yang dapat diamalkan umat Islam antara lain sebagai berikut.

1. Membaca Surat al-Fathihah

A’udzu Billahiminas Syaitho Nirrojiim. Bismillahir rohmanirro’hiim. Al’hamdulillahi robbil’aalamiin. Arro’hmanirro’him. Maliki Yawmiddiin. Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin. Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim. Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin. Aamiin.

Artinya:

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

2. Melafalkan Bacaan Ayat Kursi

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim.

Artinya:

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan juga tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang mampu memberi syafaat di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah mencakup langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

3. Membaca Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin, hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa'azhiimi sulthaanika. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aali sayyidinaa muhammad. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu'anaa wasujuudanaa waqu'uudanaa watadlarru'anaa, watakhasysyu'anaa wata'abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal'aalamiin. Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa-inlamtaghfir lana watarhamnaa lanakuunanna mlnal khaasiriin. Rabbanaa walaa tahmil'alainaa ishran kama hamaltahul'alal ladziina min qablinaa.

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

Ya Allah terima salat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu' kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama salat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam."

Penulis: Mutia Anggraini

Sumber: Merdeka.com

Loading