Sukses

Inden L300 Bermunculan, Mitsubishi Bahas Ketakutan Perubahan Euro 4

Otosia.com, Jakarta Perubahan mobil niaga Mitsubishi L300 dari standar Euro 2 ke Euro 4 ditegaskan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) bukan merupakan sesuatu yang harus ditakutkan.

Tetsuro Tsuchida, Director of Sales & Marketing Division MMKSI, mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap L300 selama 40 tahun ini tetap bisa dipegang.

"Sudah dikenal 40 tahun, dan dicintai konsumen. Jadi kami tanya apa yang boleh diubah dan apa yang tidak boleh. Yang masuk perhatian konsumen adalah biaya perawatan, mereka tidak mau khawatir soal biaya perawatan. Kita dalam development sudah pikirkan sampai sejauh itu," kata dia.

 

Sebelum GIIAS 2022

Kekhawatiran Konsumen

Sebagai mobil yang laris termasuk di wilayah perkebunan Sumatera termasuk Riau, ia sudah menekankan bahwa konsumen tidak perlu khawatir.

"Sumatera pasar terbesar untuk L300. Paling banyak Sumatera, sebulan 800-900 unit. Separuh suku cadang dari model baru ini, parts yang sama dengan model sebelumnya.Secara tipikal untuk perawatan Euro 2 dan Euro 4 apakah berbeda sekali? Sebenarnya tidak," tekannya.

Bahkan, meski terendus kekhawatiran akan perubahan dari Euro 2 ke Euro 4, inden tetap terjadi pada L300.

 

Jaminan Mitsubishi

"Intinya animo dari konsumen cukup tinggi. Kami dari ATPM juga merasakan di daerah lain. Di luar dugaan karena kendaraan niaga. Kami perkirakan ini untuk usaha, jadi banyak yang perhatian. Kita mulai delivery kendaraan sudah banyak yang inden di daerah-daerah lain," kata Tetsuro Tsuchida.

Sebagai distributor resmi kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia, perubahan yang terjadi mewarnai pencapaian mereka dalam hal penjualan.

"Target secara nasional kalau kita L300 penjualan walaupun pandmei ada dampaknya sedikit, relatif stabil dibanding passenger car. Kebutuhan pasar stabil karena. Secara kasar sebulan 2.000 unit, semacam best capaian. Kalau memang pas pasar membaik 2.500 bisa tercapai, secara tahunan stabil angka bisa 30.000 per tahun," kata dia.

 

Konsumen Diminta Sabar

Ia mengatakan, pasar saat ini sedang bagus sekali di semua sektor usaha, kecuali sawit yang memang masih terdampak.

"Secara keseluruhan pasar kendaraan niaga untuk L300 masih baik. Yang masalah suplai tapi bukan hanya Mitsubishi. Ada hambatan dari supply chain, itu sedikit banyak pengaruhi penjualan L300," ujarnya.

Kebetulan juga, kata dia, saat ini banyak inden. Banyak konsumen yang menunggu pengiriman mobil sehingga pihaknya meminta pasar untuk menunggu sedikit.

 

Bulan Depan

"Untuk masalah inden, ini pertanyaan yang sulit. Untuk inden yang sudah masuk kira-kira kami dari MMKSI belum hitung semuanya, melihat angkanya dan rencana produksi kami di Filipina, kurang lebih semuanya bisa dikirim sampai dealer bulan depan.

Namun, ia mengatakan juga, saat ini pemesanan bertambah terus. Otomatis, sifat inden pun fluktuatif.

"Kalau pesan sekarang dapatnya di Oktober, jadi dua bulan. Ini juga bisa berubah dari hari ke hari." Pungkasnya.

Loading