Sukses

Kendaraan Terbang EHang Diuji dengan Beban Seberat Manusia, Begini Jadinya

Otosia.com, Jakarta Prestige Aviation (PT Prestisius Aviasi Indonesia) yang merupakan perusahaan penyedia layanan penerbangan AAV (Autonomous Aerial Vehicle) atau kendaraan udara tanpa awak dengan merk EHang, mengadakan Urban Flying Route Demo EHang 216 di Jakarta.

Acara ini merupakan lanjutan dari keberhasilan Prestige Aviation dalam menggelar sejumlah agenda seperti bekerjasama dengan POLRI dalam surveillance bencana Gunung Semeru, dan Demo Flight di Bali, IIMS, juga Landasan Pondok Cabe.

"Kontribusi dari Prestige Aviation perlu kita apresiasi, seperti apa yang Pak Bambang Soesatyo (Bamsoet) bilang inilah paradigma baru yang sesuai dengan komitmen pemerintah yang mendukung industri kendaraan listrik. Sejalan dengan PERPRES No 55 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle)," pungkas Diaz Hendropriyono, Staff Khusus Kepresidenan RI, dalam kata sambutannya.

 

Sebelum GIIAS 2022

Tes dengan Dummy Seukuran Manusia

Yang berbeda dari Demo Flight sebelumnya, kali ini Prestige Aviation menerbangkan EHang 216 dari dua rute berbeda yaitu titik point B-A dan titik A-A.

Menariknya, EHang 216 secara eksklusif juga diterbangkan dengan Human Scale and Weight; dummy sebesar dan seberat manusia menjadi penumpangnya. Acara ini diselenggarakan di Lapangan Aspal Hall B3 JIExpo Kemayoran, Mingggu (31/7/2022).

Prestige Aviation menjadi yang pertama dalam membawa dan menyediakan kendaraan udara otonom untuk masyarakat Indonesia.

Orang-orang yang Terlibat

Acara Urban Flying Route Demo EHang 216 ini selain dihadiri secara langsung oleh Diaz Hendropriyono, juga hadir Tenggono Chuandra Phoa (Sekretaris Jenderal PERIKLINDO), Hendra Noor Saleh selaku Project Director PEVS 2022 dan Dany S. (Kasubdit Potdirga Ditpoludara Korpolairud Baharkam POLRI).

Selain itu, juga ada Ms. Tang Zhe Jun (Vice President EHang), Mr. Bill Choi (Sales Director EHang), Mr. He Tian Xing (Director of Marketing EHang), dan Rudy Salim (Executive Chairman dari Prestige Aviation).

"Semoga dengan hadirnya Prestige Aviation, bisa mendorong sektor hulu seperti pertambangan nikel, kobalt, untuk produksi baterai. Semoga Prestige Aviation juga bisa mendorong listik EBT (Energi Baru Terbarukan (EBT), yang juga bersih. Hadirnya EHang bisa membuat kendaraan listrik makin murah, makin affordable sehingga bisa dinikmati banyak orang. Mengutip Neil Armstrong. One small step for Rudy Salim, One giant leap for Indonesia," imbuh Diaz.

Tentang EHang 216

Prestige Aviation memperkenalkan EHang 216 sebagai UAM (Urban Air Mobility) di tengah Kota Jakarta. Prestige Aviation juga berdedikasi untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang sangat terbuka terhadap perkembangan zaman, dan mengikuti dinamika teknologi yang terus berkembang.

Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan start-up yang menjadi unicorn, diterima secara luasnya kendaraan listrik berbasis baterai, dan tentunya kendaraan udara otonom tak berawak.

Mr. He Tian Xing, Director of Marketing EHang memaparkan, "Kami dari EHang, berterima kasih atas semua pihak yang mendukung Urban Flying Route Demo EHang 216 hari ini. Terutama kepada Bapak Rudy Salim dari Prestige Aviation yang membuat kerjasama ini dapat terealisasi bersama kami"

Ia juga menjelaskan berbagai keunggulan EHang 216 daripada helikopter biasa. Antara lain biaya perbaikan dan pemeliharaan rendah, tingkat kebisingan rendah, berukuran kecil sehingga mudah lepas landas atau mendarat. Terlebih, kendaraan udara otonom ini bebas emisi, 100% elektrik sehingga ramah lingkungan.

Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation, ikut angkat bicara, "Banyak step yang kita lewati untuk sampai pada hari ini. Jika demo flight sebelumnya kita hanya hovering, hari ini kita melakukan Urban Flying Route Demo, dimana EHang 216 akan terbang dari 2 titik point penerbangan yang sangat akurat.Tidak hanya itu, ada dummy sebesar dan seberat manusia juga menjadi penumpangnya. Keberhasilan Urban Flying Route Demo hari ini membuktikan EHang 216 mampu untuk melakukan the ultimate test, yaitu membawa passenger dalam waktu dekat."

 

Spesifikasi EHang 216

EHang punya keunggulan lebih dari pesawat berawak tradisional karena konsep teknologi EHang AAV mengikuti tiga filosofi:

1. Tingkat keamanan maksimum

2. Pengendalian tanpa awak

3. Kontrol dari pusat komando dengan kendali cerdas.

Teknologi penerbangan otonom menghilangkan kemungkinan kegagalan atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error).

Tanpa perlu ribet mengontrol atau mengoperasikan pesawat, penumpang bisa langsung duduk dan menikmati perjalanan. Menggunakan tenaga listrik, EHang 216 ramah lingkungan dan dapat mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh emisi. Pengisian daya dapat menggunakan sumber daya listrik 220V atau 380V dalam 1 jam pengecasan paling cepat.

Spesifikasi EHang 216:

  • Tinggi pesawat 1.77m
  • Lebar pesawat 5.61m
  • Muatan maksimal 220 kg
  • Jarak tempuh dengan muatan 35 km
  • Waktu terbang 21 menit
  • Kecepatan maksimal 130km/jam
Loading