Sukses

Belum Populer, Ada Banyak Hal Perlu Diperhatikan saat Membeli Mobil Listrik Bekas

Otosia.com, Jakarta Mencari mobil kondisi bekas perlu ketelitian. Berbeda dengan mobil baru yang siap jalan, kondisi mobil seken sangat bergantung dengan perawatan oleh pemilik sebelumnya.

Konsep yang sama juga ditemukan pada saat meminang mobil listrik. Pembelian dalam kondisi bekas menjadi pilihan yang menarik, lantaran mayoritas Electric Vehicle (EV) dijual dengan harga yang relatif tinggi.

Sebagai contoh, Hyundai Ioniq 5 saat ini dibanderol mulai dari Rp 718-829 juta. Sedangkan EV niaga seperti DFSK Gelora Electric sekalipun ditawarkan Rp 500 jutaan.

Dengan dana setara banderol DFSK Gelora E, konsumen bisa melirik Hyundai Ioniq bekas yang lebih nyaman dan lengkap dari segi fitur. Membeli mobil listrik dalam kondisi bekas mempunyai kelebihan dan kekurangan.

 

Kelebihan

Melansir makeusof.com, Senin (1/8/2022), memilih mobil listrik bekas sebagai kendaraan harian terbilang menjadi opsi yang menarik. Hal ini berkaitan dengan dua hal utama, yakni harga stabil dan perawatan.

Pada dasarnya, karena pasar mobil listrik belum terlalu besar, harga dari mobil-mobil ramah lingkungan ini jarang ditemukan dengan Depresiasi yang tinggi. Mayoritas harga mobil listrik relatif stabil.

Di sisi lain mobil listrik juga terkenal minim perawatan. Berbeda dengan mobil konvensional yang membutuhkan pergantian oli atau busi secara berkala, mayoritas EV hanya memerlukan pengecekan kondisi saja.

Kekurangan

Membeli mobil listrik bekas sebenarnya bukan tanpa masalah. Paling utama adalah menentukan kondisi mobil pasca pemakaian pemilik sebelumnya. Sebagai contoh bagaimana kondisi baterai dan sebagainya.

Jika salah satu komponen utama, yakni baterai tidak dalam kondisi bagus, siap-siap untuk merogoh kocek puluhan juta untuk mengganti komponen tersebut.

Perlu Diperhatikan

Hal-hal yang diwaspadaiLayaknya membeli mobil bekas bermesin bensin atau diesel, konsumen bisa mempelajari hal apa saja yang harus diperhatikan saat membeli EV bekas. Berikut hal-hal yang harus menjadi perhatian:

1.     Kondisi baterai

Paling utama adalah mengecek kondisi baterai. Komponen ini adalah “nyawa” dari mobil listrik, sekaligus menjadi bagian termahal. Idelanya membeli mobil listrik bekas harus disertai dengan kondisi baterai yang masih bagus.

Sayangnya baterai di mayoritas EV tertanam di dalam mobil. Bagi yang belum terlalu paham dengan mobil listrik, dianjurkan untuk meminta tolong mekanik ahli EV untuk mengeceknya. Alternatif lainnya adalah melihat catatan servis mobil yang hendak dipinang.

2.     Jarak tempuh mobil

Berikutnya tentukan lebih dulu apakah mobil listrik yang hendak dibeli untuk keperluan harian atau tidak. Karena itu penggunaan mobil listrik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Sebagai contoh, mobil listrik yang dibeli hanya dipakai di dalam kota untuk mengantar anak ke sekolah dan berbelanja. Jadi konsumen tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli mobil listrik premium dengan jarak tempuh yang tinggi.

 

Garansi dan Lain-lain

3.     Garansi

Ketiga adalah garansi untuk baterai mobil. Mayoritas merek menawarkan garansi baterai sekitar 8 tahun atau 160.000 km, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Maka dari itu, perlu dipastikan apakah mobil listrik bekas yang diincar masih memiliki garansi baterai resmi dari pabrik. Sebaiknya cari kendaraan listrik bekas dengan garansi yang masih berlaku pada saat mobil berganti pemilik.

4.     Cek alat dan lama pengecasan

Selanjutnya pastikan komponen pengecasan masih berfungsi pada saat membeli EV bekas. Dengan demikian pemilik barunya hanya cukup memasang charging point di rumah dan bisa mengisi baterai secara langsung.

Selain itu, lama pengecasan sebuah mobil listrik juga turut dipantau. Mobil listrik ada yang membutuhkan waktu pengecasan lebih lama atau cepat, bergantung dengan sumber daya listrik yang dipasok. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai bisa dilihat pada buku manual mobil tersebut.

 

 

 

Test Drive

5.     Test drive

Terakhir adalah menjajal langsung mobil yang akan dibeli. Pada saat test drive, periksa berbagai komponen, dan pastikan kondisi mobil masih normal saat dioperasikan. Bagian-bagian yang dicermati mulai dari suara dan getaran selama berkendara hingga fitur-fitur yang tersedia.

Loading