Sukses

Sejarah Berdirinya PO Bus ALS, Dulu Pakai Truk untuk Bawa Penumpang

Otosia.com, Jakarta PO PT ALS tentu sudah tak asing lagi di dunia transportasi Indonesia, sebab otobus ini tergolong legendaris. Bahkan oleh masyarakat diberi julukan 'Si Raja Jalanan'.

Tak terkira, perusahaan yang satu ini rupanya berawal dari angkutan berisi hasil bumi. Seiring berjalannya waktu, terus berubah hingga menjadi bus penumpang.

Lantas, bagaimana cerita selengkapnya dari awal pendirian PT ALS? Berikut ulasannya, dilansir dari kanal YouTube PerpalZ TV, Selasa (2/8/22).

Sebelum GIIAS 2022

Didirikan Orangtua

Bagi penggemar transportasi darat khususnya bus, kendaraan Antar Lintas Sumatera (ALS) tentu bukan menjadi hal yang baru. ALS sendiri telah bergabung menjadi penyedia jasa transportasi umum sejak beberapa puluh tahun belakangan.

Tak terkira, kesuksesan PT ALS tersebut tak lepas dari sosok sang pendirinya. Dirut PT. ALS Chandra Lubis dalam sebuah percakapan mengungkap, perusahaan otobus miliknya bersama sejumlah rekan tersebut tak lain didirikan oleh sang ayah.

"Awalnya itu orangtua saya bisnis bersama rekan-rekannya, yang mana pada waktu itu merupakan saudagar," ungkapnya.

Dari penjelasan Chandra, sejumlah pendiri ALS disebut masih memiliki hubungan keluarga. Total, pendirinya yakni berjumlah tujuh orang.

"Dari situ asalnya. Dulu didirikan oleh tujuh orang itu yang masih ada hubungan saudara," ceritanya.

Punya Truk Angkut Barang Dagangan

Lebih lanjut Chandra memaparkan, awal mula pendirian perusahaan otobus miliknya tersebut yakni pada saat sang ayah berbisnis sejumlah barang hasil bumi. Guna mengangkut barang dagangan, maka bisnis tersebut tentu membutuhkan transportasi.

Lantas, ayah beserta rekannya sepakat untuk menggunakan truk. Berawal dari sejumlah truk itulah, terbersit di benak mereka untuk memuat sejumlah orang.

Tak berselang lama, lahir lah truk yang diubah menjadi angkutan penumpang. Gayung bersambut, banyak pula para penumpang yang bersedia menggunakan jasa transportasi tersebut.

"Jadi mereka dulunya berdagang hasil hutan kemudian punya truk untuk bisa membawa hasilnya. Kemudian mereka duduk bersama, ada niat untuk mencoba membuat angkutan penumpang," terang Chandra.

"Dulu itu truk jadi bus. Jadi mereka punya truk lalu jadi bus yang bisa ditumpangi orang banyak. Dulu Chevrolet," imbuhnya.

Kian Berkembang, Punya Jangkauan Jauh

Seiring berjalannya waktu, jasa angkutan penumpang tersebut kian berkembang. Sejumlah daerah berhasil disisir.

Di antaranya yakni seputaran Provinsi Sumatera Utara seperti Kotanopan, Medan, dan lain sebagainya.

Hingga suatu waktu, transportasi tersebut berhasil mengantar para penumpang ke daerah Lampung. Kala itu, hal tersebut merupakan suatu pencapaian luar biasa.

"Dulu rutenya kalau nggak salah Kotanopan, Medan, terus bergerak lagi sampai ke Pekanbaru dan Lampung," imbuhnya.

Resmi Jadi Perusahaan Otobus Tahun 1966

Sukses wara-wiri di sejumlah kota-kota besar, akhirnya para pendiri tersebut sepakat untuk membentuk perusahaan jasa transportasi.

Dari sana, tercetus ide untuk memberi nama perusahaan dengan sebutan Antar Lintas Sumatera yang kemudian menjadi PT. ALS. Tepat pada 29 September, PT. ALS pun resmi menjadi perusahaan otobus yang terdaftar di dalam akta negara.

"Kalau awalnya itu waktu pergolakan di Indonesia tahun 1965. Sudah selesai pergolakannya, lalu dimasukkan ke akta negara dan disahkan notaris waktu itu pada 29 September 1966," ungkap Chandra.

Bisnis otobus ini pun semakin berkembang dan armadanya telah mengaspal di sejumlah provinsi di tanah air. Bahkan PT ALS sendiri telah merambah bisnisnya hingga ke pulau Jawa.

Penulis: Mutia Anggraini

Sumber: Merdeka.com

Loading