Sukses

Toyota Innova Terbaru Digadang-gadang Usung Nama “Zenix”, Berteknologi Hybrid

Otosia.com, Jakarta Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa generasi terbaru Toyota Kijang Innova akan mengusung nama baru Innova Hycross. Hal ini terungkap dari paten terbaru terkait nama Innova yang terdaftar di India.

Lebih tepatnya, nama itu dipatenkan oleh Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha atau juga disebut sebagai Toyota Motor Corporation (TMC).

Istilah “Hy” bisa diartikan sebagai “Hybrid”, sebagai tanda teknologi baru apa yang akan diusung nanti. Sementara “Cross” boleh jadi sebagai deskripsi tipe mobilnya nanti, yakni memiliki bodi mirip seperti mobil “crossover”.

 

Video Terpopuler saat Ini

Nama baru

Baru-baru ini, Toyota Innova terbaru dikabarkan akan mengusung nama yang berbeda. Mengutip gaadiwaadi.com, Jumat (19/8/2022),Innova terbaru akan disebut dengan nama “Zenix”.

Nama ini sebenarnya sudah pernah didaftarkan di Kantor Kekayaan Intelektual Malaysia (MyIPO) sejak tahun 2020. Kala itu, “Zenix” digadang-gadang akan digunakan sebagai varian termahal Innova di Malaysia.

Namun sepertinya usulan tersebut tidak terealisasi, lantaran nama Zenix tidak terdaftar pada varian Innova yang dijual di negeri jiran. Situs Toyota Malaysia hanya menawarkan dua tipe, yakni G dan X yang sama-sama berbekal mesin bensin 2.000cc.

Yang menarik nama ini juga telah terdaftar di Indonesia. Berdasarkan situs Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), “Innova Zenix” telah didaftarkan sebagai merek pada tahun 2020. Nama pengaju paten tersebut adalah Toyota Motor Corporation.

Selain kemungkinan pergantian nama tersebut, informasi terkait generasi terbaru Toyota Innova tetap menjadi misteri.

Sasis baru

Toyota Kijang Innova terbaru dikabarkan akan mengusung sasis berbasis dari platform Toyota New Global Architecture (TNGA). Pergantian platform ini dinilai akan meningkatkan keselamatan dan efisiensi. Bahkan kemungkinan besar akan membuat Innova menjadi penggerak roda depan (FWD) dan bermesin hybrid.

Setelah dikonfirmasi, belum tentu setiap mobil baru Toyota ke depan, seperti Kijang Innova hybrid misalnya, akan mengusung sasis TNGA. Hal ini terkait dengan banyaknya pertimbangan saat meluncurkan produk baru.

“Bukan berarti semua product (Toyota) itu harus menggunakan platform TNGA. Banyak pertimbangan dalam meluncurkan suatu produk, baik segmen, usage, durability, ground clearance dan sebagainya. Yang penting buat kami adalah bagaimana kustomer bisa menggunakan product ini dengan lebih baik,” beber Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM).

TNGA membantu

Yang pasti, penggunaan platform TNGA untuk mobil baru dipastikan akan membantu, namun perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan dari segmen yang dituju. Selain itu, Toyota juga berpotensi untuk menggunakan platform TNGA untuk mobil-mobil ke depannya.

“Pastinya platform TNGA akan membantu, tapi kita akan sesuaikan dengan timing-timing dan kebutuhan dari segmen tersebut. Tidak menutup kemungkinan di segmen apa dan future kedepannya kita akan menggunakan platform ini lebih banyak lagi,” paparnya.

Saat ini mobil Toyota dengan platform TNGA sudah banyak dijual di Indonesia, mulai dari Corolla Altis, Corolla Cross, CH-R, Camry, All New Voxy, GR Yaris, hingga All New Land Cruiser 300.

Innova Elektrik

Toyota sempat membuat heboh dunia otomotif Indonesia menjelang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 kemarin. Merek asal Jepang ini menghadirkan mobil listrik baru, yakni Kijang Innova Electric Vehicle (EV).

Alasan utama kenapa TAM memilih Innova sebagai mobil listrik terbarunya adalah model tersebut sudah umum dikenal dan merupakan salah satu mobil terpopuler Toyota. Tidak hanya itu, Innova sebentar lagi memasuki umur 45 tahun. Untuk perayaannya, Toyota menghadirkan model baru berupa EV.

“Keberhasilan Toyota selama ini adalah Kijang Innova. Kebetulan tahun ini Kijang Innova masuk ke umur 45 tahun. Kenapa tidak kalau kita bermimpi kedepannya untuk memiliki produk lokal electrification,” ungkap Anton.

Selain itu, salah satu unggulan Toyota Kijang Innova EV adalah mengambil basis dari Innova biasa. Mobil tersebut terbilang cocok dengan konsumen Indonesia yang lebih menyukai kendaraan dengan kapasitas 7 penumpang.

“Salah satu yang unik dari mobil ini (Kijang Innova EV) adalah seven seater. Jadi memang sangat sesuai dengan prefrensi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Loading