Sukses

Disuntik Mati di Indonesia, Honda Freed Baru Luncur di Singapura

Otosia.com, Jakarta Tren MPV dengan sliding doors mulai menghilang dari Indonesia. Saat ini segmen tersebut hanya diiisi oleh Toyota Sienta. Sayangnya mobil ini tidak bisa selaris MPV lainnya, seperti Toyota Veloz dan Mitsubishi Xpander.

Namun sebelum Toyota Sienta menjadi satu-satunya MPV dengan pintu geser, Honda sempat menorah kesuksesan melalui Honda Freed. MPV ini terbilang menarik di zamannya, mulai dari desain berbeda hingga fitur unggulan seperti captain seat untuk baris kedua.

Kendati sempat sukses di pasar Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) memutuskan untuk menyuntik mati Honda Freed sekitar tahun 2014-2016. Alasan utama adalah angka penjualan yang kurang memuaskan.

Video Terpopuler saat Ini

Singapura

Berbeda dengan Indonesia, Honda Freed terbaru dikabarkan kembali hadir di Singapura. Melansir carbuyer.com.sg, Selasa (23/8/2022), Freed kelak dipasarkan melalui distributor resmi Honda Singapura, yakni Kah Motors.

Honda Freed yang diperkenalkan merupakan generasi kedua yang debut pada tahun 2016 dan menerima facelift di tahun 2019. Mobil yang dijual sudah mengusung tampilan facelift.

Mobil yang diimpor langsung dari Jepang sudah mendarat serta bisa dipesan di berbagai diler-diler Honda di Singapura sejak tanggal 17 Agustus 2022 kemarin.

Spesifikasi

Honda menawarkan dua varian Freed di “Negeri Merlion”, yakni Honda Freed S7 dan tipe termahal Honda Freed E7.

Varian termahal mempunyai spek lebih lengkap, seperti lampu depan LED dengan active cornering lights dan kedua pintu geser samping bisa dibuka secara elektrik. Pada pintu geser Freed E7 juga terdapat kerai privasi manual.

Sementara varian S7 hanya mendapatkan pintu geser elektrik untuk sebelah kanan dan lampu depan masih halogen. Kedua tipe sama-sama mendapatkan pelek two tone berukuran 15 inci dan lampu belakang LED.

Interior

Adanya perbedaan spesifikasi antara tipe S7 dan E7 juga berlanjut di bagian interior. Tipe termahal E7 disematkan sistem audio dengan 6 speaker, cruise control, serta jok dengan balutan bahan kulit dan kain.

Sebaliknya Freed S7 belum dipasangkan cruise control, hanya memiliki sistem audio dengan 4 buah speaker dan jok tidak menggunakan bahan kulit. Setiap model mendapatkan speedometer digital, head unit berukuran 9 inci dan AC digital otomatis.

Berbeda dengan model sebelumnya yang dijual di Indonesia, Freed ini tidak mempunyai kursi captain seat di baris kedua. Model kursi yang dipasang adalah bench seat dengan armrest di tengah.

Kedua model yang dijual di Singapura belum dilengkapi peranti keselamatan Honda Sensing.

Performa dan harga

Setiap model dibekali mesin 1.500cc naturally aspirated dengan semburan tenaga 128 hp dan torsi 155 Nm. Seluruh tenaga mesin disalurkan ke roda depan (FWD) melalui girboks CVT.

Honda mengklaim konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai angka 5.9l/100 km. Sementara waktu akselerasi 0-100 km/jam diprediksi sekitar 10 detik dengan kecepatan maksimum kurang dari 200 km/jam.

Harga Honda Freed di Singapura terbilang mahal, lantaran Negara Merlion mewajibkan setiap pemilik mobil memiliki Certificate of Entitlement (COE). Harga COE bisa menyentuh angka 70.000-100.000 SGD atau Rp 746,2 juta-1,065 miliar (dengan kurs 1 SGD = Rp 10.659,66).

Honda Freed S7 dibanderol 144.999 SGD atau Rp 1,54 miliar, sementara tipe E7 dijual 146.999 SGD atau Rp 1,56 miliar.

Loading