Sukses

Kencan Singkat dengan New Xpander Cross, Jajal Kenyamanan Baru dan AYC di Jalan Basah

Otosia.com, Jakarta Kabar bahwa suspensi Pajero Sport mirip dengan yang di New Xpander Cross langsung menggugah rasa penasaran. Pertama, Pajero Sport sesuai namanya berefek sporty. Namun, dia adalah SUV kelas atas yang nyaman menerabas polisi tidur.

Jika memang hasil-hasil semacam itu pula yang akan dirasakan di New Xpander Cross, maka sekali lagi ada pendekatan terbaru bagi para pengguna MPV sekaligus mini SUV di Indonesia.Ini mengingatkan pada bagaimana niatan tersebut sudah tertanam secara general di Xpander.

"Panjangnya daftar inden pada waktu itu. Kendaraan ini didesain khusus untuk market di Indonesia. Studi dan ditesnya dilakukan di Indonesia sehingga disesuaikan dengan selera konsumen di Indonesia," ujar Muhammad Arif Dwianto - Head of Training Section PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

 

Video Terpopuler saat Ini

 

 

_

Di luar suspensi mirip dengan Pajero Sport, New Xpander Cross juga dipasangi teknologi yang dulunya pernah dipakai pula oleh sedan legendaris Mitsubishi, yakni Evo X.

Teknologi itu bernama Active Yaw Control (AYC). Penggunaan AYC ini sendiri pun secara bersamaan membuat Mitsubishi bisa mengklaim bahwa teknologi itu pertama di kendaraan sekelas New Xpander Cross.

"AYC pertama di low SUV Indonesia. Dia pernah ada di Evo X, dan fungsinya terutama untuk jalan licin," kata dia.

Di luar dua hal tersebut, New Xpander Cross juga disebut mengimbangi teknologi AYC sekaligus suspensi ala Pajero Sport tadi dengan beragam hal lain, termasuk bodi.

Tes Belok Jalan Licin

Akhirnya setelah segala informasi unik tentang New Xpander Cross, kami bisa mengetesnya langsung. Tes sendiri difokuskan pada peran AYC tadi, dan diadakan di trek aspal yang sudah tergenang air dan sedikit berpasir di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Pusdiklantas Polri, Serpong, Tangerang.

Genangan air dibuat meluas dan membangun gambaran bahwa seperti inilah kondisi ketika jalanan baru saja diguyur hujan atau bahkan ketika hujan.

Yang namanya air tergenang, roda mobil pasti tidak menjejak sempurna, dan ini adalah PR dalam berkendara karena menimbulkan bahaya.

Namun saat itu kami malah diajak untuk berkelok-kelok dalam kondisi hadirnya genangan. Soal berkelok-kelok, ini memang ditujukan demikian karena New Xpander Cross menyesuaikan dengan tagline baru Mitsubishi, "Rise to Your Life’s Adventure".

"Jadi memang ditujukan untuk keluar kota, di saat kita sering berkelok, makanya setir lebih besar sehingga tidak capek," tambahnya.

Begitu kami bisa melaju, maka kami libas membelok di genangan dalam sebuah momentum. Ini bisa dilihat pula dari foto-foto ketika air dari genangan memancar sekali saat kami belok.

"Ini ngebantu banget untuk optimalisasi stabilitas. Belokan jalanan licin, berasa banget di fitur ini," kata salah satu teman kami yang juga sudah mengetesnya.

 

 

Tiga Faktor Fotur AYC

Memang seperti itu juga yang kami rasakan. Menikung dalam kecepatan sedang di trek basah, hasilnya mantab menjejak, tidak menyisakan rasa bahwa mobil jadi limbung atau terbuang, meski dibawa menikung beberapa kali.

Dalam penjelasan Rifat Sungkar sebelumnya, pereli Indonesia kelas internasional yang juga menjadi duta Mitsubishi itu menjelaskan, AYC bekerja berdasarkan perhitungan terhadap tiga faktor. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan putran mesin hingga putaran roda.

"Ia bisa deteksi apakah putaran mesin terlalu tinggi, setir terlalu patah, putaran ban terlalu kencang. Jadi, ada tiga yang dibaca sistem," kata dia.

Nah, persoalan bodi, ini juga menarik. Mengapa kami bisa merasa bahwa tidak ada gejala limbung atau terbuang, rupanya ada racikan berbeda di bagian satu ini.

"Kekakuan struktur bodi hasil pengembangan puluhan tahun kendaraan SUV dan juga di kompetisi. Ini karena dudukan suspensi depan menggunakan bracket suspension lalu untuk struktur bodi belakang ada structure adesive," kata Muhammad Arif Dwianto.

Mitsubishi sekali lagi mengklaim bahwa untuk kendaraan sekelasnya, baru New Xpander Cross yang memakai bracket suspension. Dia pun menjadi stabil meski ground clearance 225 mm dan tertinggi di kelasnya.

 

Tes Kenyamanan Sampai Kabin

Perubahan suspensi menyamai Pajero Sport didukung perubahan pada shock belakang. Diameter sama dan perubahan di valve yang disebut setara kendaraan Eropa sehingga redaman shock lebih baik.

Namun bukan cuma suspensi yang bekerja bersama teknologi-teknologi tadi dalam bermanuver dan mempertahankan rasa nyaman saat berkendara di dalamnya.

"Soal kabin, ada hal-hal baru semacam peredaman. Kabinnya lebih rapat dari atas, dari sela mesin, di bawahnya juga," ujar rekan tes kami.

Kenyamanan juga ditunjang teknologi autohold. Saat di lampu merah, misalnya, kami terbayang tidak perlu rem tangan di kemacetan dan tidak harus memijakkan kaki ke rem, sebab cukup dari jari saja untuk urusan itu.

Sayang, kencan kali ini masih singkat. Lain waktu, memang perlu untuk membuktikan bagaimana rasanya ber-adventure sesuai dengan tagline Mitsubishi.

 
Loading