Sukses

Uji Tabrak Depan-Samping, Seberapa Aman All New Honda HR-V dan BR-V?

Otosia.com, Jakarta Salah satu cara untuk mengetahui sisi keamanan dan keselamatan penumpang dari sebuah kendaraan adalah dengan melakukan uji tabrak atau kerap disebut crash test. Seperti namanya, cara melakukan tes ini adalah membenturkan berbagai sisi mobil dengan beberapa objek keras lainnya.

Hasil dari uji benturan dari lembaga independen dan terpercaya dapat menjadi rujukan bagi konsumen tentang seberapa aman mobil yang hendak dibelinya.

Baru-baru ini New Car Assessment Program for Southeast Asia (ASEAN NCAP) melakukan tes benturan terhadap dua produk SUV Honda yaitu All New Honda HR-V dan All New Honda BR-V.

Setelah menjalani uji keamanan, keduanya meraih rating tingkat keselamatan tertinggi yaitu 5 bintang dari program ASEAN NCAP, yang melakukan pengetesan tabrak dari bagian depan, samping serta pengujian fitur-fitur keselamatannya.

Hasil Tes All New HR-V

All New Honda HR-V berhasil meraih skor 81.38 dari 100 di mana mobil ini berhasil melewati serangkaian tes uji tabrak dari bagian depan dan juga samping nya serta pengujian fitur-fitur keselamatannya.

All New Honda HR-V berhasil meraih skor 28.00/32 untuk kategori Adult Occupant Protection (AOP), skor 45.31/51 untuk Child Occupant Protection (COP), skor 19.50/21 untuk Safety Assist Technologies (SATs) dan 8.00/16 for Motorcyclist Safety (MS).

All New Honda HR-V pertama kali diperkenalkan di kawasan Asia Tenggara pada bulan November 2021 lalu. Di Indonesia sendiri model ini diluncurkan pada 23 Maret 2022 lalu. Hingga kini All New Honda HR-V ini telah dijual di sembilan (9) Negara di kawasan ASEAN dengan total penjualan kumulatif lebih dari 25.000 unit.

Uji Tabrak All New BR-V

Model SUV Honda lainnya yaitu All New Honda BR-V berhasil meraih skor 77.02 dari 100 dimana mobil ini berhasil melewati serangkaian tes uji tabrak dari bagian depan dan juga samping nya serta pengujian fitur-fitur keselamatannya.

All New Honda HR-V berhasil meraih skor 26.98/32 untuk kategori Adult Occupant Protection (AOP) kemudian 44.53/51 untuk Child Occupant Protection (COP), skor 16.50/21 untuk Safety Assist Technologies (SATs) dan 8.10/16 for Motorcyclist Safety (MS).

All New Honda BR-V generasi kedua diluncurkan pertama kali di Indonesia pada bulan September 2021 dan mulai dijual pada bulan Januari 2022. Dua bulan berselang, PT Honda Prospect Motor memulai ekspor perdana All New Honda BR-V generasi kedua ke negara-negara di kepulauan Karibia.

Ekspor Honda BR-V

Pada bulan Agustus 2022, Thailand menjadi Negara kedua di kawasan ASEAN yang menjual All New Honda BR-V generasi kedua.

Hingga kini All New Honda BR-V ini sudah diekspor lebih dari 1.500 unit ke berbagai Negara seperti Thailand, Afrika Selatan dan Negara-Negara di Kepulauan Karibia.

Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen Honda terhadap keselamatan penggunanya dan mewujudkan visinya untuk mewujudkan kendaraan yang dapat mengurangi potensi bahaya.

Teknologi Honda SENSING dan ASEAN NCAP

Kedua model SUV Honda tersebut sudah dibekali Honda SENSING yang merupakan teknologi canggih untuk memandu sistem berkendara. Sistem ini menggunakan front wide view camera yang terletak pada bagian dalam kaca depan mobil untuk memberikan kewaspadaan dalam kondisi berkendara terhadap keadaan di sekitar kendaraan seperti mobil, sepeda motor hingga pejalan kaki.

Teknologi ini juga memberikan peringatan serta mendukung pengemudi dalam menghindari dalam mengurangi tingkat resiko kecelakaan*.

Kedua model SUV Honda tersebut juga memiliki sejumlah  fitur keselamatan Honda LaneWatch, Multi-angle Rearview Camera, Walk Away Auto Lock, Front Passenger & Rear Seat Belt Reminder, serta Rear Seat Reminder*.

Sementara itu ASEAN NCAP adalah program penilaian untuk mobil-mobil baru yang ada di Asia Tenggara. Program ini bertujuan untuk mengevaluasi standar keselamatan kendaraan, meningkatkan kesadaran konsumen, dan mendorong pasar untuk kendaraan yang lebih aman di kawasan ASEAN.

Uji tabrakan NCAP ASEAN dilakukan sebagai kolaborasi antara ASEAN NCAP dan Japan Automobile Research Institute (JARI).

Loading