Sukses

Harga LCGC Toyota Naik, Mungkinkah Daihatsu Sigra dan Ayla Menyusul?

Otosia.com, Jakarta Harga-harga mobil Toyota terpantau naik per Oktober 2022 ini. Termasuk pula, LCGC Toyota Agya yang harganya naik bersama juga mobil-mobil lainnya.

Ditanya mengenai harga baru LCGC Daihatsu Ayla, pihak Astra Daihatsu Motor pun memberikan tanggapan.

"Masih belum, nanti akan segera disampaikan. Untuk saat ini belum kami sampaikan karena ada soal penerapan, demand. Kalau misalnya ada kenaikan harga, pasti kami informasikan," sergah Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor di sela-sela acara ‘Daihatsu Kumpul Sahabat Jabar’ di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (8/10/2022).

Kenapa Astra Daihatsu Motor masih belum terbuka mengenai apakah akan terjadi perubahan atau kenaikan harga pada Daihatsu Ayla, ia mengaku masih terdapat sejumlah pertimbangan.

"Kami masih analisa dan daya beli masyarakat seperti apa," ujarnya seraya mengiyakan ketika disebut bahwa karakter konsumen juga berbeda.

Video Paling Dicari saat Ini

 

 

Harga Ayla

Sebagai gambaran, Ayla sendiri saat ini dijual mulai dari Rp 112.800.000 untuk tipe terbawah, yakni Ayla 1.0 D MT yakni untuk jajaran tipe mesin berkubikasi 1.000 cc.

Di atasnya ada Ayla 1.0 D+ MT Rp 125.400.000, Ayla 1.0 X MT Rp 136.500.000, Ayla 1.0 X Deluxe MT Rp 143.850.000, lalu Ayla 1.0 X AT Rp 145.750.000, dan Ayla 1.0 X Deluxe AT Rp 153.200.000.

Untuk Ayla 1.2, ada Ayla 1.2 X MT Rp 148.400.000, Ayla 1.2 R MT Rp 155.500.000, Ayla 1.2 R Deluxe MT Rp 159.550.000, Ayla 1.2 X AT Rp 158.700.000, dan Ayla 1.2 R AT Rp 168.550.000. Adapun yang tertinggi adalah Ayla 1.2 R Deluxe AT Rp 172.550.000

 

Harga Toyota Agya Naik

Toyota sebagai perusahaan mobil penumpang yang sebagian satu lini produksi dengan Daihatsu terlihat mengalami kenaikan harga. Kenaikan bahkan tembus Rp 30 juta.

Kenaikan sebesar itu terutama untuk model yang masih diimpor secara utuh atau completely built up (CBU), antara lain Toyota Camry dan Corolla Cross.

Kenaikan disebabkan antara lain tuntasnya diskon tarif PPnBM sebesar tiga persen dan juga perubahan harga material.

Khusus untuk Agya, kenaikannya sendiri di kisaran Rp 1 juta. Misalnya Agya 1.2 G M/T STD menjadi Rp 159,7 juta dari sebelumnya Rp 158,5 juta atau selisih Rp 1,2 juta.

Adapun Agya 1.2 G M/T GR Sport menjadi Rp 165,5 juta dari sebelumnya Rp 164,35 juta atau selisih Rp 1,15 juta. Sementara itu, Agya 1.2 G A/T GR Sport menjadi Rp 181,5 juta per Oktober 2022 ini dari sebelumnya Rp 180,15 juta atau selisih Rp 1,35 juta.

 

Daihatsu Rekomendasikan RON 91, Minum Pertalite Hanguskan Garansi?

Pemerintah belum lama ini menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pertalite naik menjadi Rp 10.000, Bio Solar di angka Rp 6.800 dan Pertamax mencapai Rp 14.500 per liter.

Dengan naiknya harga bensin, tidak jarang pemilik mobil hendak menghemat uang dengan membeli tipe BBM dengan kualitas lebih rendah. Sebagai contoh adalah beralihnya dari Pertamax dengan RON 92, menjadi Pertalite RON 90.

Hal ini terbilang kurang sesuai, lantaran tiap pabrikan telah memberi rekomendasi standar bensin dengan RON tersendiri.

Hal yang serupa kerap ditemukan di berbagai mobil Daihatsu. Merek asal Jepang ini mempunyai lini produk dengan rekomendasi bensin berstandar RON 91 atau lebih, mulai dari mobil LCGC hingga mobil niaga sekalipun.

“Jadi kalau di mobil-mobil Daihatsu, (bensin) yang direkomendasikan itu adalah RON 92 dan 91, minimal. Untuk LCGC, selain aturan, juga memang direkomendasikan RON 92. Untuk yang lainnya, termasuk Gran Max, itu minimal RON-nya 91,” papar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Customer Relations Division Head PT AI-DSO di sela-sela acara Daihatsu Terios 7 Wonders di Baubau, Kamis (22/9/2022).

Ia pun menyebut bahwa tidak adanya bensin berstandar RON 91 di Indonesia, maka konsumen sebaiknya membeli BBM dengan RON lebih tinggi.

“RON 91 itu masalahnya tidak ada produk, adanya 92 berarti Pertamax. Jadi tidak ada produk dari Daihatsu yang direkomendasikannya itu 90 karena minimalnya 91. Karena RON 91 tidak ada maka pakainya RON 92,” tambah Hendrayadi.

Garansi gugur?

Namun bagaimana bagi para pemilik mobil yang memilih untuk terus menggunakan BBM Pertalite? Apakah mengisi BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi akan berpengaruh terhadap gaaransi mobil?

Hendrayadi menjelaskan bahwa hal tersebut bergantung pada hasil dari pengecekan bengkel. Apabila ditemukan pengurangan performa atau kerusakan mesin akibat penggunaan bensin dengan oktan yang tidak sesuai, maka garansi mobil berpotensi hangus.

“Pihak bengkel akan mengivestigasi dulu dan mencari tahu apakah mobil tersebut (mempunyai) kerusakan dan penurunan performa, akan dilihat hasilnya. Kalau misalnya nanti ditemukan behwa (kerusakan) disebabkan oleh menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai, ada kemungkinan warranty akan hangus,” imbuhnya.

Namun demikian garansi bisa terjaga, terutama apabila mobil tersebut tidak mempunyai masalah. Pasalnya, meski diisi BBM yang tidak sesuai, konsumen tentunya juga tidak mengklaim garansi mobil mereka.

“Kalai dia tidak menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan dan tidak mengalami masalah, kan juga tidak ada klaim mengenai warranty. Orang umumnya mengklaim warranty jika mobil mengalami masalah. Kalau tidak ada klaim, kita mau ngapain,” beber Hendrayadi.

LCGC

Segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi sasaran utama dari pembagian bahan bakar Pertalite. Namun, meski dikategorikan sebagai mobil murah, Daihatsu menganjurkan menggunakan bahan bakar yang berbeda.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bahwa mobil LCGC sekalipun direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar berstandar RON 92 atau Pertamax.

“LCGC disarankan memakai bensin dengan RON 92,” ujar Bambang ke Otosia.com, Senin (4/7/2022).

Kendati demikian, bagi yang hendak menghemat uang dengan membeli Pertalite tidak perlu khawatir. Mobil LCGC tetap bisa diisi dengan bahan bakar berstandar RON 90, namun dengan konsekuensi performa mobil menjadi kurang optimal.

“Bisa, namun performa mesinnya turun,” tutup Bambang.

Loading