Sukses

Fans Bola Wales Nekat ke Piala Dunia Qatar Naik Mobil Listrik Sejauh 8.000 km, Melewati 19 Negara

Otosia.com, Jakarta Jika sudah fanatik sepakbola apa pun dilakukan untuk mendukung tim nasional kesayangan dan pemain idolanya. Tidak peduli seberapa jauh jaraknya dan menggunakan apa untuk pergi ke stadion.

Seperti yang dilakukan 4 penggemar sepak bola asal Wales ini. Keempatnya nekat melakukan perjalananan sejauh 5.000 mil atau 8.000 km dengan mobil listrik ke Qatar untuk menonton Piala Dunia 2022.

Mereka adalah Scott Young, Nick Smith, Huw Talfryn Walters dan Walter Pennell. Menggunakan mobil listrik MG 4 EV, para penggila bola ini akan melewati 19 negara. Mobil listrik yang mereka kendarai diberi nama Morris.

Video Terpopuler saat Ini

Tiba Tepat Waktu

Meski sempat dirundung kekhawatiran perjalanan terganggu karena kesulitan mengisi daya ulang listrik mobil, keempat pria ini yakin tiba di Qatar tepat waktu.

Tekad ini didorong kembalinya Wales ke Piala Dunia setelah absen sejak tahun 1958. Artinya timnas Wales mengakhiri penantian 64 tahun untuk tampil di Piala Dunia. Terakhir kali skuad berjulukan The Dragons itu bermain di pentas tertinggi di dunia itu adalah pada World Cup 1958.

Bagi Scott Young, mantan pemain Club Cardiff, Nick Smith, Huw Talfryn Walters dan Walter Pennell, melakukan perjalanan sejauh 5.000 mil ke Qatar adalah cara yang tidak biasa.

Melansir dailymail.co.uk, mereka memulai perjalanan sejak hari Jumat, 28 Otober 2022 lalu dan diharapkan tiba tepat waktu untuk menonton pertandingan perdana Wales melawan Amerika Serikat tanggal 21 November 2022. Timnas Wales bergabung di Grup B bersama Inggris, Amerika Serikat dan Iran. Gareth Bale dkk sendiri sudah tiba di Qatar sejak Selasa (15/11/2022).

Gareth Bale Ragu Mereka Bisa Tiba di Qatar

Keberangkatan 4 orang ini mendapat dukungan dari bintang timnas Wales, Gareth Bale. Pemain klub Real Madrid ini awalnya sempat meragukan apakah keempatnya bisa tiba di Qatar sesuai jadwal dengan mobil listrik yang mereka kendarai, mengingat aka nada hambatan soal pengisian daya ulang.

“Kami tahu kebanyakan orang berpikir ini adalah rencana gila. Bahkan Gareth Bale sendiri yang sempat duduk di dalam mobil tampak sedikit ragu apakah kami benar-benar dapat mencapai ini,” kata Smith seperti dilansir BBC Sport.

Menun demikian fans bola gila ini tetap percaya diri dan yakin mobil listrik yang dikendarainya tidak menimbulkan banyak masalah selama perjalanan.  “Kami didorong oleh kecintaan pada sepak bola dan hasrat untuk perubahan positif yang dapat dibawa oleh mobil listrik bagi manusia dan planet ini,” papar Smith.

"Pasti akan ada rintangan di jalan, tetapi kami memiliki banyak dukungan di belakang kami dan kami tidak sabar untuk pergi ke Qatar dan bergabung dengan penggemar lainnya dan mendukung Wales di Piala Dunia pertama mereka dalam 64 tahun," tambahnya.

Melewati 19 Negara

Kelompok penggemar sepak bola ini berangkat dari markas Asosiasi Sepak Bola Wales di Resor Vale. Mereka menjuluki mobil mereka Morris. Smith berharap mobil yang mereka kendarai dapat melawan rintangan dan mencapai Piala Dunia seperti yang dimiliki Timnas Wales.

Selama perjalanan panjang mereka, keempatnya akan melewati 19 negara termasuk Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, Italia, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, dan Makedonia Utara sebelum sampai ke Yunani.

Selanjutnya mereka akan menyeberang ke Israel menggunakan kapal feri sebelum melewati Yordania dan Arab Saudi. Smith dkk berharap tiba di Qatar pada 18 November, dengan perjalanan yang memakan waktu 22 hari.

Kesulitan Mengisi Baterai

Salah satu di antaranya, Scott Young, yang bermain untuk Cardiff antara tahun 1993 hingga 2004, mengaku perjalanan akan semakin berat ketika mereka mencapai Arab Saudi, terutama untuk menemukan tempat pengisian baterai.

"Di bagian utara Eropa, pengisian baterai banyak tersebar. Tetapi setelah kami melakukan perjalanan ke Beograd dan Makedonia Utara, jaraknya sedikit lebih jauh dan butuh perencanaan yang lebih banyak,” kata Scott.

"Tapi itu masih baik-baik saja. Kemudian menyeberang ke Israel, semakin sulit, terutama Arab Saudi, di mana tidak ada infrastruktur pengisi daya listrik,” lanjutnya. Karena itu merreka terpaksa harus mengeluarkan uang ekstra untuk mengisi daya di lokasi industri maupun hotel.

Sementara itu Noel Mooney, kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW), pihaknya terus memastikan bahwa keempatnya selamat dan tidak menemui hambatan berarti selama di perjalanan.

"Kami akan mengecek orang-orang ini setiap hari untuk memastikan mereka berada di jalan yang benar menuju Doha dan bahwa mereka telah menemukan soket. Kami tidak sabar untuk bertemu mereka di sisi lain sebelum kami menghadapi Amerika Serikat dalam pertandingan pembuka kami pada 21 November,' ujar Noel.

Setelah menghadapi Amerika Serikat dalam pertandingan grup pembuka mereka, Wales akan melawan Iran pada 25 November. Selanjutnya menghadapi Inggris pada 29 November, sebagai pertandingan yang sangat dinantikan masyarakat Wales.

Loading