Sukses

Pinkan Mambo Sentil Raffi Ahmad Cuma Bisa Pamer Mobil Ferrari

Otosia.com, Jakarta Akhir-akhir ini Pinkam Mambo menjadi sorotan publik setelah menyentil beberapa nama artip top tanah air. Bahkan ia sampai membongkar kekayaannya yang diklaim bisa dapatkan Rp50 miliar per bulan.

“Jadi omzet gue tuh tahun depan targetnya 50 miliar sebulan. Sebulan 50 miliar, itu baru uang recehannya. Uang gedenya belum gue hitung,” katanya sembari menyenggol Raffi Ahmad yang kerap digelari Sultan Andara.

Pinkan Mambo menilai punya 50 perusahaan dengan omzet 50 miliar rupiah tak perlu dipamerkan di kanal YouTube atau akun medsos lain. Konten pamer kekayaan termasuk mobil Ferrari tak ada gunanya.

“Jadi enggak perlu disombongin, kayak Raffi gitu-gitu, gue bilang sih sampah ya gue bilang. Kenapa gue bilang sam***, ya lo orang cuma bisa mamer-mamerin Ferrari lo saja,” Pinkan Mambo mencuap.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

Kameraman Dapat Mobil

Sejurus kemudian, mantan vokalis Ratu malah pamer kekayaan. Aksi pamer ini terekam dalam video wawancara yang diunggah akun Instagram terverifikasi Lambe Turah, Selasa (29/11/2022).

Pinkan Mambo mengklaim diri sebagai bos baik hati. Kameramanya dibelikan mobil BMW. Pinkan Mambo menantang jurnalis untuk menanyai kameraman yang berada tak jauh dari lokasi interviu.

Raffi dan Garasi

“Kalau Raffi kan cuma ditaruh di garasinya. Kalau gue, Alphard gue saja banyak, (dan gue) biasa saja. Maksud gue, apa sih? Gitu,” pelantun “Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu” mengoceh.

Saking kaya raya, Pinkan Mambo punya program satu hari, mentraktir satu karyawan mobil mewah. Pemilik album Aku Tahu Rasanya senang akhirnya seluruh karyawannuya punya mobil.

Traktir Mobil

“Kan satu hari aku beliin (mobil) satu pegawai. Besok satu hari lagi satu pegawai, rekening aku cuma berapa. Paling cuma (tersisa) 500 ribu, enggak ada uang. Tapi uang aku jalan-jalan begitu tuh. Akhirnya karyawan aku jadi senang punya mobil,” tutup Pinkan Mambo.

Sebelum mengaku kaya raya seperti sekarang, pada September 2022 lalu, ia menangis saat mengenang masa susah. Untuk menyambung hidup pun ia harus jualan pisang goreng. Keuntungan Rp2 ribu per pisang dipakai untuk beli beras.

Penulis: Wayan Diananto

Sumber: Liputan6.com

Loading