Sukses

Kaleidoskop 2022: Daftar Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia

Otosia.com, Jakarta Tahun 2022 diramaikan sejumlah peluncuran mobil baru. Tercatat ada lebih dari 60 kendaraan baru yang dirilis tahun ini, mulai dari Wuling Air ev, Honda WR-V hingga All New Toyota Kijang Innova Zenix.

Namun beberapa mobil sayangnya tidak bisa mendapatkan kesuksesan yang sama. Mobil-mobil ini justru disuntik mati dan tidak lagi dijual massal. Alasan diskontinyu juga beragam, dari penjualan yang lesu hingga stop produksi.

Berikut daftar mobil yang disuntik mati pada tahun 2022:

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

1.   Mitsubishi Eclipse Cross

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhenti penjualan Mitsubishi Eclipse Cross pada bulan Maret 2022 lalu. SUV pesaing Toyota C-HR ini disuntik mati dengan alasan utama kelangkaan chip semikonduktor.

Sayangnya, merek berlogo tiga berlian ini tidak menjelaskan lebih lanjut apakah akan menyiapkan mobil baru sebagai pengganti Eclipse Cross di Indonesia.

"Saat ini, kami mengeksplorer dan mempelajari lebih jauh terkait kemungkinan untuk membawa model-model menarik ke segmen tersebut, dengan berbekal pengalaman kami bersama Eclipse Cross," kata Naoya Nakamura, President Director MMKSI.

2.   Toyota Corolla Cross Non-Hybrid

PT Toyota Astra Motor (TAM) menyutik mati Toyota Corolla Cross non-hybrid pada bulan Maret 2022 kemarin. Alasan utama hilangnya Corolla Cross non hybrid ini adalah menurunnya permintaan pasar.

Hal ini terlihat dari data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2021. Corolla Cross Hybrid cuma bisa mencatat penjualan 1.304 unit, sedangkan versi non-hybrid hanya terjual 215 unit.

Dengan demikian Toyota Indonesia lebih berfokus untuk menjual Corolla Cross hybrid yang lebih laris. “Kita memang sekarang fokus (berjualan) di mobil hybrid,” tukas Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM.

3.   Toyota C-HR Non-Hybrid

Sama seperti Corolla Cross, C-HR non-hybrid juga bernasib sama. Crossover berbodi unik ini juga disuntik mati pada bulan Maret 2022, dengan alasan yang sama, tidak laku di pasaran.

Penjualan C-HR non-hybrid bisa dibilang sepi dibanding C-HR Hybrid. Berdasarkan data Gaikindo, versi non-hybrid mencatat wholesales 23 unit, lebih rendah dibanding C-HR Hybrid di angka 157 unit.

Namun pada dasarnya permintaan untuk Toyota C-HR Hybrid lebih tinggi dibandingkan C-HR Non-hybrid. "Konsumen memang sekarang lebih banyak yang memilih (CH-R) versi hybrid. Jadi memang kami fokus (berjualan) ke tipe hybrid," tukas Anton.

4.   Hyundai Ioniq Electric

Terakhir adalah Hyundai Ioniq Electric. Meski menjadi salah satu mobil listrik andalan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), mobil listrik bergaya liftback ini diam-diam menghilang dari situs resmi Hyundai pada bulan Desember 2022.

Penghentian penjualan Ioniq Electric sejalan dengan arahan prinsipal Hyundai Global, di mana mobil ini sudah berhenti diproduksi secara global.

“Ioniq Electric sudah tidak dipasarkan lagi tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Hal ini sesuai dengan keputusan dan arahan dari principle global Hyundai,” kata Uria Simanjuntak, Head of Public Relations PT HMID.

Loading